Toleransi Beragama
Masyarakat memiliki latar belakang beragam, seperti etnis (suku), bahasa, dan juga agama dan kepercayaan.
Lalu bagaimana kedua umat berbeda keyakinan itu menyikapi perbedaaan keyakinan tersebut dalam membangun kerukunan hidup berdampingan itu secara damai.
Simak saja ungkapan polos kedua tokoh agama ini.
Ustadz Endang Gunaraharja menyatakan "Kalau di gereja ada ibadah pas lagi waktu shalat, kita biasa saja shalat. Ibadah di gereja enggak mengganggu, enggak kedengaran sampai ke masjid."
Apabila ada ibadah atau hari raya besar umat Kristen seperti Natal, halaman masjid pun dapat digunakan sebagai tempat parkir.
Pengurus masjid dan warga juga akan mengamankan kelangsungan ibadah.
Begitu pula sebaliknya, pihak gereja akan menunda atau mengundurkan ibadah yang semula akan dilaksanakan apabila bersamaan dengan shalat Idul Fitri atau Idul Adha "Kami saling menjaga, menghormati, bertoleransi, karena sama- sama beribadah juga," jelas Endang.
Senada dengan Endang, pendeta Gereja Protestan Mahanaim Abritha Indriati Lanyemona Salenda menyatakan hal yang sama.
Ia mengungkapkan, "toleransi antara umat beragama sudah ditanamkan sejak gereja dan masjid pertama kali berdiri. Kemudian hal tersebut diturunkan kepada generasi selanjutnya, baik pengurus gereja maupun jemaat.
Berarti sudah puluhan tahun kami hidup berdampingan dengan umat agama lain.
Dan pengurus gereja terdahulu sampai sekarang, juga kepada jemaat agar selalu menghormati dan bertoleransi," kata pendeta Abritha.
Lanjutnya, "ketika bulan Ramadhan saat buka puasa bersama, pihaknya juga ikut memberikan takjil kepada jamaah masjid.
Sementara itu pihak masjid maupun warga di sekitar gereja juga berbagi daging kurban dengan pengurus gereja saat Idul Adha.
Kami tahu setiap agama pasti mengajarkan agar selalu saling mengasihi sesama.
Kami menghormati hak-hak orang lain untuk beragama dan beribadah," kata dia (Disadur dari Republika, 10 Januari 2019) Kerukunan hidup berdampingan antara dua umat yang berbeda kepercayaan, ternyata bisa terjalin begitu indah.
Masing-masing pihak saling menghargai dan menghormati, hingga perbedaan keyakinan agama tetap terpelihara dalam kesatuan hidup bermasyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/jalal_20180212_095122.jpg)