Tak Sanggup Lagi Kelola Sriwijaya FC, Muddai Madang Lempar Handuk

Komisaris Utama sekaligus Direktur Utama PT Sriwjaya Optimis Mandiri (SOM) Muddai Madang mengaku sudah tidak sanggup lagi menangani klub Sriwijaya FC

Tak Sanggup Lagi Kelola Sriwijaya FC, Muddai Madang Lempar Handuk
SRIPOKU.COM/RESHA
Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Muddai Madang. 

Ia mengaku sempat mendengar bahwa Pemprov Sumsel menginginkan ada saham mayoritas di PT SOM, Muddai merasa senang.

"Kami senang, bagus tapi ada mekanismenya. Maksudnya Pemprov Sumsel itu partisipasi melalui unit BUMD atau institusi yang dimilik oleh Pemprov Sumsel. Misalnya Pemprov Sumsel punya BUMD yang bergerak di sarana dan prasarana misalnya PT JSC, boleh-boleh saja,"

"Atau BUMN berdomisili di Sumsel khususnya, bahkan yang hidupnya dari hasil di Sumsel, boleh saja. Misalnya Bukit Asam. Kalau mereka berkeinginan, kami siap terbuka ," terangnya.

Jika memang Pemprov Sumsel melalui BUMD akan membeli saham PT SOM, lanjut Muddai tentu pihaknya sangat terbuka dan berterima kasih.

"Supaya memang benar-benar SFC ini milik masyarakat Sumsel. Kalau sekarang ini masyarakat Sumsel belum dikatakan punya masyarakat karena ini punya pribadi, tidak pernah minta dengan duit rakyat," jelas Muddai.

"Yang mau, silahkan saja temui saya, duduk bersama untuk membicarakan ini," tambahnya.

Muddai berharap akan ada calon pembeli saham untuk memajukan SFC ke depan, terutama pengusaha dari Sumsel. Namun dari Sumsel tidak ada, maka bukan tidak mungkin akan dijual keluar.

"Kalau dengan orang Sumsel sini misalnya saya jual di luar 10, dengan orang Sumsel 9," ucapnya.

Bagaimana jika orang luar ingin membeli saham tapi pindah homebase?

Muddai menegaskan tidak akan memberikan saham kepada orang yang ingin memindahkan homebase Sriwijaya FC dari Palembang.

"Tentu ada perjanjian nanti bahwa homebase SFC tetap disini," tegasnya.

"Kalau sampai tidak ada juga yang mau beli, kubawa ke doson aku SFC Belitang."Kalau tidak ada yang ambilnya, bawa pulang ke doson (daerah asal Muddai) karena ini kan punya pribadi, kalau duit rakyat beda lagi," terangnya. (wet)

===

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved