Quantum Ikhlas

Seorang muslim yang beruntung dalam perspektif agama adalah orang yang meningkat kualitas dan nilai keshalihannya.

Editor: Salman Rasyidin
ist
H. John Supriyanto, MA 

Allah SWT menjawab : "Ada, yaitu besi. Engkau akan melihat bagaimana besi itu mampu meratakan gunung".
Bukankah dengan kekuatan besi, manusia bisa membongkar gunung dan meratakannya.

Bahkan seluruh negara di dunia, telah berhasil membangun peradabannya sepanjang sejarah kemanusiaan dengan kekuatan besi tersebut.

"Subhanallah, betapa hebat dan kuatnya besi itu, sehingga mampu membongkar gunung. Apakah ada yang lebih hebat daripada besi ya Allah?".

Begitu tanya para malaikat. Lalu Allah SWT menjawab : "Ada. Itulah api. Engkau akan melihat bagaimana api mampu melelehkan besi, betapapun keras dan kuatnya".

Dengan panasnya, api mampu mencairkan besi sekeras apapun, sehingga besi itu dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia. Para malaikat kembali bertasbih "Subhanallah, luar biasa api itu.

Ia mampu mencairkan besi yang sangat kokoh dan keras. Apakah ada yang lebih kuat daripada api, ya Allah?". Allah SWT menjawab : "Ada, itulah air.Kamu akan melihat bagaimana air mampu memadamkan api".

Bahkan lebih dari sekedar memadamkan, air juga bisa menghanyutkan dan mampu mengenggelamkan
dengan kekuatannya.

Salah-satu sifat air yang paling istimewa adalah ia tidak mudah menyerah dalam menggapai tujuannya.

Ia akan mengalir menuju posisi yang lebih rendah.

Ketika dihadang di kiri ia ke kanan, dihadang di kanan ia ke kiri, dihadang kanan kiri ia ke atas atau ke bawah.

Lalu, bila terdesak semua arah, ia rela menunggu sembari menyatukan semua kekuatan.

Saat kekuatan sudah terkumpul, sebesar apapun objek yang ada di depannya akan ia terjang dan hanyutkan.

Jika belum bisa menghanyutkan, maka nantinya ia pasti akan mampu menenggelamkan. "Subhanallah, betapa luar biasanya air itu. Apakah masih ada yang bisa mengalahkan air itu, ya Allah"? Tanya para malaikat.

Allah SWT menjawab : "Ada, yaitu udara, karena udara mampu menguapkan air". Dari riwayat ini dapat dilihat bahwa ternyata yang hebat di mata Allah SWT bukanlah besarnya gunung; tidak pula kerasnya besi; bukan juga kobaran dan panasnya api. Pun demikian, bukanlah air yang hebat, karena wujudnya masih terlihat.

Tapi coba lihat udara, hanya efeknya yang terasa, namun tidak menampakkan wujudnya. Di mata Allah SWT kelembutan itulah justru yang paling kuat.

Sumber:
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved