Berita Pagaralam

Berita Pagaralam : Puluhan Bidang Kebun Milik Pemkot Akan Dijadikan Percontohan Stek Kopi

Namun sayangnya berdasarkan informasi yang dihimpun Sripoku.com, Minggu (21/10/2018) menyebutkan, lahan Pemkot tersebut tidak dikelola

Berita Pagaralam : Puluhan Bidang Kebun Milik Pemkot Akan Dijadikan Percontohan Stek Kopi
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Walikota Pagaralam saat melihat sejumlah kebun kopi yang merupakan aset Pemkot Pagaralam, Minggu (21/10/2018). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM -- Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam memiliki aset berupa lahan produktif maupun lahan non produktif (Lahan Tidur). Bahkan tidak sedikit lahan produktif tersebut digarap oleh masyarakat Kota Pagaralam seperti kebun kopi dengan sistem sewa.

Namun sayangnya berdasarkan informasi yang dihimpun Sripoku.com, Minggu (21/10/2018) menyebutkan, lahan Pemkot tersebut tidak dikelola secara maksimal.

Bahkan biaya sewa lahan tersebut tidak jelas. Untuk itu Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni akan mendata lahan yang ada untuk dijadikan lahan percontohan.

Baca: Berita Palembang : Pedagang Pasar Lemabang Tinggalkan Tempat Relokasi, Pilih Jualan di Bahu Jalan

Data yang ada, saat ini lahan produktif yang saat ini digarap oleh masyarakat contohnya di wilayah Kelurahan Curup Jare Kecamatan Pagaralam Utara,data sementara ada sekitar 27 bidang lahan berupa kebon kopi yang saat ini di garap oleh masyarakat.

Seiring dengan program pemerintah dibawah kepemimpinan Alpian Maskoni dan Muhammad Fadli yakni sejuta stek kopi (Kopi Sambung) untuk itu direncanakan lahan tersebut akan dijadikan lahan percontohan program stek kopi.

Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni membenarkan hal akan rencana tersebut. Saat ini Pemkot masih menunggu data berapa luas lahan perkebunan yang saat ini digarap oleh masyarakat.

Baca: Berita Pagaralam : Maksimalkan Potensi Wisata, Alpian Maskoni Cek Fasilitas Tempat Wisata

"Rencananya semua lahan milik pemkot akan kita jadikan lahan percontohan. Namun masih kita tunggu berapa jumlahnya, dan mudah-mudahan November ini semua aset berupa lahan sudah terinventarisir," katanya.

Sebelumnya pihaknya telah memerintahkan dinas terkait untuk mendata ulang aset milik pemkot Pagaralam baik aset bergerak mapun tidak bergerak. Selian itu aset berupa lahan produktif.

Selian itu Wako meminta kejelasan dari hasil lahan produktif tersebut apakah masih masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) atau hanya dikelolah secara pribadi dan begitu juga hasilnya yang tidak ada kontribusinya ke PAD Pemkot Pagaralam.

Baca: Berita Pagaralam : Maksimalkan Potensi Wisata, Alpian Maskoni Cek Fasilitas Tempat Wisata

"Ini harus jelas, karena seharusnya hasil dari aset produktif itu masuk dalam PAD Pamkot Pagaralam. Jika tidak ada maka patut kita pertanyakan hasilnya masuk kemana," ujarnya.

Jadi ini harus didata ulang dan sistemnya juga harus diperbaharui agar lahan produktif akan mampu menambah PAD Pagaralam.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved