Suhu Politik

Mengkritik dan Dikritik Dalam Ranah Berbangsa dan Bernegara

Belakangan, berita politik yang lagi heboh dan viral menjadi pembicaraan publik adalah pernyataan tokoh politik nasional Amin Rais,

Editor: Salman Rasyidin
ist
Ki Joko Siswanto 

Pokoknya asal yang disampaikan Amin Rais selalu dianggap benar dan penting. Untuk itu, Amin Rais patut didukung dan menyalahkan pemerintah (Luhut) yang kebakaran jenggot dikritik dan malah mengancam seperti orde baru. Ini sudah era demokrasi mestinya tidak alergi terhadap kritik. Kira-kira begitu yang pro Amin Rais.

Bagi mereka yang kontra terhadap kritik Amin Rais atau yang pro pemerintah berpandangan bahwa apa yang dikatakan Amin Rais yang asal bunyi itu tidak benar, kritik tanpa data, asal menyerang pemerintah, tidak pantas pelopor reformasi dan guru besar bicara asal-asalan tanpa didukung data dan tidak melihat fakta bahwa rakyat senang mendapat sertifikat yang selama ini sulit untuk bIsa diperoleh.

Oleh karena itu, kritik Amin Rais harus dilawan agar tidak sering membuat gaduh negeri.

Pemerintah sekarang sudah berbeda dengan jamannya Soeharto yang otoriter, yang harus dilawan dengan kritik-kritik yang tajam dan sangat keras untuk dijatuhkan.

Kegemaran Amin Rais adalah menjatuhkan pemerintah.

Dia yang mengangkat Gus Dur menjadi Presiden, namaun dia pula yang mempelopori menjatuhkan Gus Dur dari kursi Presiden.

Wajar, jika Luhut Binsar Panjaitan Marah dan mengancam Amin Rais karena kritiknya dinilai asal-asalan.

Terlepas dari perseteruan dan pro kontra tersebut, ada hal menarik yang patut untuk direnungkan dan diresapi dari kasus tersebut agar kita bisa menjadi bangsa yang dewasa dan semakin matang dalam berdemokrasi, yakni bagaimana harus melakukan kritik dan menerima kritik sehingga banyak hal positif yang bisa diperoleh dari proses kritik tersebut tanpa ada dosa dan sakit hati di antara kita.

Jika mengacu kepada KBBI on line makna kritik adalah kecaman atau tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat dan sebagainya.

Sedangkan dalam Wikipedia on line dikemukakan bahwa kritik adalah masalah penganalisaan dan pengevaluasian sesuatu dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu memperbaiki pekerjaan.

Tampak para Kandidat kepala  daerah dalam acara  debat terbuka.
Tampak para Kandidat kepala daerah dalam acara debat terbuka. (ARDANI ZUHRI)

Berdasar pengertian tersebut kritik pada dasarnya merupakan aktivitas pemikiran yang harus bisa dipertanggungjawabkan secara logis, moral dan etika dan didukung oleh data/fakta baik empiris maupun teoritis sehingga hasil dari kritik bisa dijadikan masukan untuk memperbaiki keadaan.

Dengan demikian kritik yang benar harus diikuti solusi atau saran untuk perbaikan.

Jadi, kritik memang dibutuhkan untuk evaluasi sekaligus kontrol dari pihak lain agar kinerja atau hasil karya menjadi lebih baik untuk kepentingan orang banyak.

Jika melakukan kritik tanpa data kemudian juga tanpa saran dengan tujuan untuk menjatuhkan atau merusak keadaan, itu bukan suatu kritik tetapi sudah masuk dalam kategori ujaran kebencian yang bisa masuk kategori fitnah dan merupakan tindak pidana.

Pada umumnya pihak yang melakukan kritik keras dan terbuka adalah pihak lawan atau yang tidak suka dengan pihak yang dikritik dengan tujuan agar pihak yang dikritik menjadi lemah, kalau bisa jatuh/kalah dan pihak diri yang melakukan kritik mendapat simpatik dan dukungan publik.

Sumber:
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved