BREAKING NEWS: Kerap Kena Suspend Sepihak, Ratusan Driver Online Geruduk DPRD Sumsel
Saat ini masih tembus target tergantung rejeki. Pihak aplikasi harus ada batasan mengenai perekrutan driver dan jangan memecat
Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Sudarwan
Laporan wartawan Sriwijaya Post, Odi Aria Saputra
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ratusan driver online yang tergabung dalam Asosiasi Driver Online (ADO) Sumsel menggeruduk kantor DPRD Sumsel di Jalan POM IX Palembang, Senin (18/12/2017).
Dengan membawa mobil pribadi masing-masing, para driver memarkirkan kendaraannya di halaman DPRD Sumsel.
Mengenakan pakaian hitam dan hijau mereka menyuarakan aksi damai mengenai nasib mereka yang kerap kena suspend sepihak dari pihak aplikasi.
Tak hanya para driver online, dalam aksi damai tersebut banyak pula driver ojek online dari Gojek dan Grab turun serta merasakan kegelisahan salam satu aspal.
Ketua Aksi Damai, Ahmad Harfin menerangkan dalam aksi tersebut diikuti oleh sebanyak 3.000 orang driver dari seluruh Palembang.
Kegiatan ini merupakan aksi damai serentak dilakukan di 12 provinsi Indonesia yakni Jakarta, Jabar, Yogyakarta, Jateng, Jatim, Kalbar, Sumut, Sumsel, Jambi, Lampun, Sulsel dan Sultra.
"Stop suspend secara sepihak. Karena banyak keluarga kami di rumah yang menunggu hasil jerih payah kami dirumah," ungkapnya.
Dalam tuntutannya, para driver online meminta kepada pemerintah untuk membuat peraturan yang mengikat terhadap pihak aplikator agar membatasi kuota penerimaan driver baru.
Hingga saat ini total ada 5.000 orang driver baik roda dua dan empat yang beroperasi di Palembang.
Jumlah tersebut sejatinya sudah gemuk dibandingkan dengan jumlah penduduk.
"Pemerintah harus meninjau buat aturan batasan terhadap pihak aplikator. Jangan terus menambah driver baru dan memecat driver lama alasan yang jelas," tegas dia.

Ketua ADO Sumsel, Yoyon Septianto menambahkan dengan jumlah total driver yang ada saat ini baik roda dua dan empat masih dapat memenuhi target tarikan dalam satu harinya.
Namun nyang membuat mereka dilema karena pihak aplikator kerap melakukan suspend sepihak, padahal dengan adanya transportasi online ini dapat mengurangi jumlah pengangguran kota Palembang.
"Saat ini masih tembus target tergantung rejeki. Pihak aplikasi harus ada batasan mengenai perekrutan driver dan jangan memecat sepihak," jelasnya.