Demo di Palembang

Kapolrestabes Palembang Temui Ribuan Driver Ojol, Aksi di Depan Polda Sumsel Berlangung Kondusif

Aksi yang dilakukan oleh ribuan driver ojol di Palembang ini berlangsung kondusif. Tampak massa yang menggelar orasi berlangsung tertib dan aman.

Penulis: Syahrul Hidayat | Editor: Odi Aria
Sripoku.com/Syahrul Hidayat
KAPOLRESTABES TEMUI MASSA- Ribuan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam berbagai komunitas menggelar aksi di depan Markas Polda Sumatera Selatan, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Kemuning, Kota Palembang, pada Sabtu pagi (30/8/2025). Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihartono tampak langsung menemui ribuan massa yang berada di depan halaman Mapolda Sumsel. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Ribuan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam berbagai komunitas menggelar aksi di depan Markas Polda Sumatera Selatan, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Kemuning, Kota Palembang, pada Sabtu pagi (30/8/2025).

Aksi ini digelar sebagai bentuk protes atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang driver ojol berusia 21 tahun, yang tewas setelah terlindas kendaraan taktis jenis Baracuda milik Brimob saat sedang mengantar pesanan di Jakarta.

Aksi yang dilakukan oleh ribuan driver ojol di Palembang ini berlangsung kondusif. Tampak massa yang menggelar orasi berlangsung tertib dan aman.

Pihak kepolisian tampak mengawal jalannya aksi tersebut.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihartono tampak langsung menemui ribuan massa yang berada di depan halaman Mapolda Sumsel.

Kombes Pol Harryo Sugihartono tampak naik ke atas mobil pikap bertemu dengan Ketua ADO Sumsel Muhammad Asrul Indrawan. 

Kapolrestabes tampak mendengarkan isi tuntutan yang disampaikan Asrul. Usai mendengarkan tuntutan tampak keduanya melakukan salam komando bersama.

Ketua Umum Pandawa Bersatu, Kusuma, mendesak Kapolda Sumsel untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut, khususnya menyoroti tujuh anggota Brimob yang berada di dalam kendaraan Baracuda.

"Kami minta diusut tuntas, pak Kapolda. Terutama nama, pangkat, dan jabatannya. Jangan hanya inisial. Kami ingin tahu siapa yang bertanggung jawab," tegas Kusuma di hadapan massa.

Ia menyebut, kematian Affan adalah luka mendalam bagi komunitas driver ojol di seluruh Indonesia. Menurut Kusuma, Affan hanya sedang menjalankan tugas mengantar makanan ketika peristiwa tragis itu terjadi.

“Affan itu cuma mau mengantar orderan. Saat menyebrang, dilindas Baracuda. Terkikis hati kami, Pak Kapolda,” ucapnya dengan nada emosional.

Massa aksi juga meminta agar tidak ada upaya menutup-nutupi kasus tersebut dan memastikan proses hukum berjalan transparan serta adil.

"Jangan sampai ada oknum yang menutupi kasus ini. Sedih kami, melihat rekan kami wafat seperti itu," tambah Kusuma.

Meski berlangsung dengan penuh semangat, aksi berlangsung tertib. Para pengunjuk rasa menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang telah menerima aspirasi mereka dengan baik dan mengawal jalannya demonstrasi.

"Kami ucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah mengamankan dan menerima aksi kami dengan terbuka," tutup Kusuma.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved