Kandidat Independen di Pusaran Kandidat Partai Politik

Menariknya pasangan independen kali ini lebih menarik dibandingkan pilkada yang lalu dari segi ketokohan dan kualitas kandidat.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/ZAINI
Pasangan Independen Akbar Alfaro didampingi Istri dan pendukungnya diarak dengan alat tradisional terbangan menuju Kantor KPU Kota Kamboja Palembang, Rabu (29/11/2017). 

Pasangan ini berhasil memperoleh 96.184 suara atau 48,19 persen. Mereka unggul 2,34 persen dari pasangan petahana Sarjani Abdullah dan M Iriawan yang mengantongi 91.511 suara atau 45,85 persen.

Satu pasangan calon lainnya, Tarmiyus-Khalidin Daud yang juga menggunakan jalur independen, hanya meraih 11.885 suara atau 5,96 persen.

Apa yang membuat pasangan Roni Ahmad-Fadhullah bisa memenangkan Pilkada Pidie 2017, padahal petahana yang menjadi lawan kuatnya sudah memborong dukungan semua parpol?

Fadhullah mengungkapkan, kemenangannya pada Pilkada Pidie tidak terlepas dari sikap mayoritas masyarakat Pidie yang merasa kecewa dengan kepemimpinan Bupati saat itu.

Masyarakat Pidie mungkin sudah kesal dengan Bupati yang janji-janjinya banyak tidak terealisasi.

Antara lain janji memberi subsidi kepada setiap KK (kepala keluarga) sebesar satu juta rupiah tiap bulan.

Mengacu kepada kekecewaan masyarakat Pidie terhadap petahana, pasangan Roni Ahmad-Fadhullah pada kampanye lalu mengangkat slogan dengan menggunakan bahasa lokal “Darah nyang Beutoi Haram Meu Sulet“.

Dalam bahasa Indonesia arti slogan itu kira-kira adalah haram hukumnya untuk membohongi rakyat.

Masyarakat Pidie menaruh kepercayaan besar kepada Roni Ahmad, mantan panglima GAM wilayah Pidie yang kini berprofesi sebagai petani, hidup sederhana, dan di masyarakat akrab dipanggil dengan sebutan Abusyik atau Kakek.

Biaya kampanye sebagian besar berasal dari sumbangan masyarakat Pidie. Kami sendiri gak punya uang.

Menurut Fadhullah, ia bersama Abusyik juga berjanji akan memperbaiki kualitas hidup masyarakat Pidie, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun pertanian yang merupakan potensi terbesar perekonomian Kabupaten Pidie.

Dari cerita tersebut dapat gambaran, bagaimanan ketokohan kandidat, kepiawaian memainkan isu kekecewaan masyarakat dan menyolidkan kekuatan relawan, pasangan independen mampu mengalahkan petahana yang mendapatkan dukungan seluruh parpol.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved