Laporan Wartawan Sripo dari Mekkah

Jelang Pelaksanaan Wukuf dan Puncak Haji, Masjidil Haram Semakin Padat

Jelang pelaksanaan wukuf dan puncak haji, Kota Mekkah semakin dipadati jemaah, termasuk jemaah haji asal Indonesia.

Jelang Pelaksanaan Wukuf dan Puncak Haji, Masjidil Haram Semakin Padat
SRIPOKU.COM/HUSIN
Jemaah haji di lintasan Sai Safa dan Marwah mulai padat. 

SRIPOKU.COM, MEKKAH -- Jelang pelaksanaan wukuf dan puncak haji, Kota Mekkah semakin dipadati jemaah, termasuk jemaah haji asal Indonesia.

Sampai kemarin, Senin (21/8/2017), setidaknya ada sekitar 150.000 jemaah haji Indonesia dari 359 Kloter sudah berada di Kota Mekah.

Khusus Embarkasi Palembang di Madinah sudah tidak ada lagi.

Titik kepadatan semakin tampak di terminal-terminal bus, baik Syib Amir, Bab Ali, maupun Jiyad, utamanya setelah salat Isya dan Subuh.

Kondisi ini memaksa petugas transportasi untuk bekerja keras mengatur alur pergerakan jemaah yang umumnya ingin segera pulang ke pemondokan.

Untuk mengurai kepadatan antrean bus Salawat, panitia bagian transportasi di sektor 6 menghimbau jemaah untuk bertahan di Masjidil Haram usai salat berjamaah dan tidak langsung pulang.

"Selain jemaah yang hendak melaksanakan umrah wajib, hendaknya juga menghindari waktu salat sampai bubaran selesai," ujar salah satu petugas sektor.

Pantauan di Terminal Syib Amir, kepadatan setelah salat Isya terjadi mulai pukul 20.50 Waktu Arab Saudi.

Kepadatan terjadi karena ribuan jemaah Haji Indonesia pada waktu hampir bersamaan membubarkan diri usai salat berjamaah.

"Tadi bubaran Isya mulai padat jam 20.50 WAS. Alhamdulillah, sudah bisa diurai sampai pukul 22.10," tutur Subhan, salah petugas bidang transportasi.

Kepada jemaah, Subhan mengingatkan bahwa pada Jumat, 25 Agustus 2017, layanan transportasi bus Sawalat akan ditutup pada jam 10.00 WAS.

Bus yang sudah masuk terminal pada pukul 10 akan ditahan di dalam dan baru berangkat setelah Jumatan selesai.

"Ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan dan menjamin keamanan," tandas Subhan.

Penulis: Husin
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved