Palembang
Palembang : Smart City atau Kota Metropolitan ?
Hampir seluruh kota-kota besar di dunia telah menerapkan program atau konsep smart city, baik di kota di negara eropa, Amerika, Asia hingga Afrika.
Adapun kriteria utama atau pendukung utama bagi sebuah kota bisa dikatakan metropolitan yakni Pertama, luas taman sebuah kota metropolitan setidaknya 20 persen dari luas kotanya.
Kedua, tangkapan air kota metropolitan yang terdiri atas sungai, drainase, dan waduk harus mampu menampung air hujan atau luapan dari hulu sungai agar tidak menggenangi jalan atau permukiman penduduk.
Ketiga, udara sebuah kota metropolitan harus dikontrol secara ketat oleh pemerintah dari dampak polusi yang dihasilkan industri dan kendaraan bermotor. Di sinilah pentingnya pemerintah menjalankan uji emisi kendaraan bermotor dan pengaturan lokasi industri.
Keempat, dari sisi jalan, sebuah kota metropolitan harus memiliki luas jalan umum sedikitnya 10 persen dari luas kotanya.
Atau secara kualitatif jalannya sebanding dengan jumlah kendaraan bermotor dan aktivitas penduduknya.
Jalan ini tentunya berkaitan dengan angkutan umum massal. Sebuah kota dikatakan metropolitan bila di situ terdapat jaringan kereta api dan jumlah angkutan umum yang memadai.
Kelima, penduduk yang tinggal di sebuah kota metropolitan juga harus memiliki hunian layak. Artinya setiap satu hektar dihuni tidak lebih dari 100 orang.
Sebagai kota terbesar kedua di pulau Sumatera setelah Medan, dengan jumlah Populasi Penduduk sebesar 1.342.258 jiwa, memiliki luas wilayah sekitar 400.61 Km2 dan memiliki kepadatan penduduk sekitar 3,351 jiwa/Km2, Palembang (The Sriwijaya city of Indonesia) termasuk sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia dan kota termaju ke tujuh di Indonesia setelah DKI Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Semarang dan Makasar.
Adapun aspek positif yang dapat dirasakan dengan adanya adanya smart city diantaranya : infrastruktur yang semakin lebih baik; semakin banyak kebutuhan tenaga ahli untuk mengerakkan pembangunan kota; publik semakin mengtahui kinerja pemerintahan; meningkatnya produktivitas dan pelayanan pemerintah; efisien dalam pengelolaan pemerintahan dan aset daerah; meningkatkan kualitas hidup warga; partisipasi masyarakat aktif dan makin kritis dengan kinerja pemerintah.
Sedangkan aspek positif kota metropolitan yang dapat dirasakan dampaknya oleh masyarakat : banyak terciptanya alat-alat kebutuhan yang semakin canggih dan praktis untuk mendukung aktivitas dalam melakukan kegiatan sehari-hari; masyarakat atau individu dituntut untuk memiliki keahlian dan potensi yang lebih untuk berkreasi dan berinovasi karena kecanggihan di jaman modern ini; pola pikir yang semakin berkembang; dan peningkatan pasar dunia yang membuat tempat-tempat industri, pusat pertokoan dan gedung-gedung pusat perbelanjaan semakin merajalela.
Yang jelas aspek kehidupan masyarakat perkotaan memiliki sisi negatifnya :
Pertama, dengan terbatasnya tempat dan lahan pemukiman di kota yang menyebabkan makin banyak masyarakat yang tersingkirkan menjadi gembel dan pengemis.
Kedua, dengan lahan pekerjaan yang terbatas menimbulkan banyak sekali pengangguran dan munculnya sistem kerja outsourching (kerja kontrak).
Ketiga, tingginya tingkat kematian penduduk.
Keempat, kesenjangan sosial antara kehidupan antara si miskin dan si kaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/noperman_20170629_134504.jpg)