Healthy Life

Stres Picu Sembelit, Ini Penyebabnya

Konstipasi ini dapat mengganggu kesehatan dan membuat racun dan cairan dari feses yang terlalu lama menumpuk di usus terserap kembali.

Editor: Soegeng Haryadi
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM -- Sembelit atau konstipasi merupakan gangguan sistem pencernaan yang mengakibatkan seseorang susah, bahkan tersiksa ketika buang air besar atau BAB. Gangguan ini bisa diakibatkan berbagai macam faktor, salah satunya stres.

Konstipasi ini dapat mengganggu kesehatan dan membuat racun dan cairan dari feses yang terlalu lama menumpuk di usus terserap kembali dan masuk ke aliran darah.

Terkadang masalah psikis bisa memicu terjadinya sembelit. Ini karena sistem pencernaan kita sangat terkait dengan otak.

Masalah psikis tersebut bisa berasal dari hal-hal yang tanpa disadari mengganggu kita, misalnya pertengkaran dengan pasangan, pekerjaan kita dikritik oleh atasan di kantor, atau merasa iri dengan keberhasilan teman.

Sistem saraf kita mengartikan stimulasi yang disebabkan oleh stres itu sebagai serangan yang akan dihadapi tubuh. Akibatnya tubuh akan masuk dalam mekanisme "melawan atau tinggalkan".

Hal tersebut membuat perubahan dalam tubuh, termasuk sistem pencernaan. Salah satunya adalah berkurangnya pergerakan usus sehingga dorongan untuk buang air besar sangat sedikit. Kita pun menjadi konstipasi.

Selain itu, ketika kita sedang dalam mekanisme "melawan atau tinggalkan", aliran darah yang menuju saluran cerna lebih sedikit sehingga proses penyerapan nutrisi dan pembentukan tinja pun berkurang drastis.

Selain stres, faktor lain yang memengaruhi sembelit di antaranya kurangnya berolah raga, kurang makan makanan berserat, sering menahan BAB, kurang minum, dan kehamilan.

Untuk mencegah terjadinya sembelit, ada bebera tips yang bisa kita ikuti seperti dikutip dari webmd.com:

Sumber: Kompas.com
Mulai dari
1. Rutin BAB
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved