Cara Budi Daya Ikan Gurami

Gurami termasuk ikan yang mudah dibudidayakan. Ia bisa hidup di sembarang tempat. Kendati begitu, pemilihan lokasi yang tepat juga perlu diperhatikan.

Tayang:
Penulis: Aminudin | Editor: Sudarwan
ISTIMEWA
Ikan gurami 

Pakan buatan per hari diberikan 1 persen dari bobot ikan. Frekuensi pemberian 2-3 kali, pukul 07.00, 11.00 dan 13.00 Pelet yang digunakan harus mengandung 25 persen protein. Pakan tambahan berupa daun sente. Kebutuhannya per hari 10 persen dari bobot ikan diberikan sekali pada sore hari, pukul 17.00.

Kolam pembesaran berukuran lebih besar. Ukuran kolam 500 m2 tidak masalah. Yang penting kepadatan ikan dikurangi 10 ekor/m2,. Tinggi air dinaikkan menjadi 80 cm, debit air 20 liter/menit.

Pakan buatan diberikan 2 kali sehari, pukul 08.00 dan 13.00. Pelet harus mengandung 20 persen protein. Pakan tambahan daun sente cukup 10 persen dari bobot ikan dan diberikan pada sore hari, pukul 16.00.

Benih sebesar itu sudah agak tahan serangan penyakit. Namun perlu diwaspadai kondisi lingkungan kolam. Perawatan dan pengontrolan setiap hari dianggap perlu. Pemberian garam secukupnya rutin setiap bulan untuk mencegah munculnya penyakit.

Pembesaran ini memerlukan waktu 90 – 100 hari untuk mendapatkan ikan ukuran konsumsi, 500 g/ekor. Ikan sebesar itu bisa dipanen dan siap dijual ke pasar atau restoran. Bila belum ada order, ikan tetap dipelihara di kolam. Namun, pemberian pakan tidak terlalu intensif. Pelet bisa diberikann sekali pada pagi hari; sorenya daun sente. Ini dilakukan agar pengeluaran tidak membengkak.

Panen

ADA dua cara panen, yaitu benih dan ukuran konsumsi. Panen benih dilakukan dengan cara menurun kan air sampai ketinggian tertentu. Aliran air diperkecil sampai tersisa di kowen (lubang kecil di sudut kolam).

Di atas kowen diberi dedaunan, seperti daun pepaya, talas atau pisang agar benih merasa aman dan nyaman. Benih yang sudah terkumpul ditangkap dengn saringan atau jaring mesh size kecil. Satu persatu benih dimasukkan ke ember. Kemudian angkut ke tempat penampungan sementara berupa hapa yang dipasang di kolam atau saluran air.

Seleksi ukuran dan kesehatan ikan, lalu pindahkan ke wadah lain. Sebelum dikirim ke tempat tujuan sebaiknya benih dibera atau dipuasakan selama satu hari.

Panen ukuran konsumsi sebaiknya menggunakan jaring. Cara ini lebih mudah dan tidak rusak. Selama proses pemanenan kolam tidak perlu dikeringkan. Air kolam cukup dikurangi sesuai tinggi jaring.

Jaring direntangkan dari ujung kolam dan ditarik secara perlahan-lahan. Prinsipnya untuk memperkecil ruang gerak ikan sampai terkumpul di salah satu sisi kolam. Masukkan beberapa lembar daun pisang kering atau talas agar ikan merasa nyaman.

Kemudian satu persatu ikan ditangkap dengan hati-hati, lalu dimasukkan ke wadah penampungan. Sebelum diangkut ikan sebaiknya dipuasakan selama 1-2 hari.

Pasca Panen

PENGANGKUTAN gurami harus hati-hati. Yang perlu diperhatikan selama pengangkutan ikan harus segar. Pengangkutan benih sampai ukuran 5 cm masih memerlukan oksigen. Sebab, alat pernafasan tambahan (labirin) belum terbentuk sempurna.

Kepadatan benih disesuaikan dengan ukuran dan lokasi pengiriman. Untuk pengiriman jarak dekat (25 km) atau selama 1 jam, jumlah benih bisa diperbanyak.Lain hal bila lokasi tujuan realtif jauh (100 km) sebaiknya benih tidak terlalu padat.

Untuk mengurangi stres gerakan ikan diupayakan seminimal mungkin. Caranya dengan menurunkan suhu air atau memberikan obatb ius, seperti phenoxyehanol, dosis 0,15 mg/l air. Gurami dengan bobot500 – 600 gram dapat diangkut dengan kepadatan 15 ekor/10 liter air selama 6 jam.

Cara tradisional dengan wadah terbuka seperti jirigen, atau drum khusus yang diletakkan mendatar. Tinggi air mencapai 10-15 cm sehingga ikan bisa menghirup udara. Pengangkutan dapat dilakukan dengan kepadatan tinggi 1 ekor/liter air. (Sumber: Trubus)

Halaman 4/4
Tags
Ikan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved