Cara Budi Daya Ikan Gurami
Gurami termasuk ikan yang mudah dibudidayakan. Ia bisa hidup di sembarang tempat. Kendati begitu, pemilihan lokasi yang tepat juga perlu diperhatikan.
Penulis: Aminudin | Editor: Sudarwan
Pembenihan
Pembenih hanya menyediakan benih sebesar kuku ata ukuran 2-3 cm. Modalnya sepasang induk, kolam perkawinan, sarang telur, dan akuarium untuk penetasan sekaligus perawatan. Induk siap kawin dimasukkan ke kolam. Sarang dari ijuk untuk melekatkan telur diletakkan di pinggir. Keesokan harinya dicek. Jika sudah berisi telur, angkat lalu dimasukkan ke akuarium. Sehari kemudin telur sudah menetas. Larva belum diberi pakan, toh persediaan pakan di kantung telur (yolk sack) cukup selama dua hari.
Setelah cadangan makanannya mulai menipis, kutu air atau artemia diberikan. Usahakan pemberian tidak terlambat. Larva yang sudah terlanjur kelaparan kondisinya lemah. Dua hari berikutnya barulah diberi cacing rambut. Biasanya pertumbuhan ikan cepat setelah makan cacing rambut. Dalam waktu 30 hari sejak tetas benih sudah sebesar biji oyong (1 cm). Dengan cara ini kelulusan hidupnya mencapai 95 persen.
Jika menginginkan benih agak besar, perawatan di akuarium dilanjutkan kembali. Populasi djiarangkan dengan cara memindahkan sebagian benih ke tempat lain. Pakan utama tetap cacing rambut. Sistem pemeliharaan dengan air mengalir. Setelah 1 bulan diperoleh benih ukuran kuku (1-3 cm). Benih ini bisa dipanen dan siap ditebar ke kolam.
Pendederan
Pendederan dilakukan di kolam ukuran 50 -100 m2. Benih sebesar kuku ditebar dengan kepadatan 40 ekor/m2. Contoh, ukuran kolam 100 m2 memerlukan benih sekitar 4000 ekor. Tinggi air 30-40 cm dengan debit air 10 liter/menit.
Seminggu atau 10 hari setlah tebar benih belum diberi pakan buatan. Di samping ukuran mulut belum mampu menelan pelet, pakan alami yang tersedia di kolam sudah cukup. Pada hari ke – 11 pelet baru boleh diberikan.
Pelet yang diberikan mengandung 50 persen protein. Kebutuhan pakan per hari dihitung menurut bobot ikan, biasanya dipatok 1 persen. Jumlah pakan yang diberikan kecil, tapi frekuensinya diperbanyak. Yang umum 2-3 kali, ditingkatkan menjadi enam kali.
Perawatan sehari-hari selain memberi pakan, ikan selalu dikontrol kesehatannya. Benih sebesar ini masih rentan serangan penyakit. Kualitas air yang masuk ke kolam selalu dicek. Bila lingkungan kolam terlihat ada tanda-tanda berubah segera diberi tindakan pencegahan.
Ketika cuaca panas misalnya, suhu air akan meningkat. Sebelum ikan stres sebaiknya volume air ditingkatkan. Sebaliknya, ketika suhu dingin di musim hujn tinggi air dikurangi.
pH air tak luput dari perhatian. Saat penghujan biasanya pH air turun. Kondisi seperti ini bisa mengundang kehadiran penyakit. Untuk menstabilkannya taburkan garam secukupnya.
Sampling berat ikan setiap bulan merupakan kegiatan rutin. Dengn cara itu bisa diketahui per tumbuhan ikan. Keseragaman ukuran sangat penting untuk menentukan jumlah pakan yang diberikan. Karena itu perlu dilakukan sortir, ukuran yang tidak standar dipindah ke kolam lain.
Pemeliharaan selama 45 – 60 hari menghasilkan benih sebesar dim/silet atau 4-5 cm. Benih bisa dipanen dan siap dijual. Bila tidak ada permintaan benih, proses budidaya dilanjutkan lagi. Namun, kepadatan ikan dikuragi menjadi 30 ekor/m2. Pemeliharaan selama 60 hari diperoleh benih ukuran wadah korek atau 7-8 cm.
Pembesaran
TAHAP pembesaran dimulai dari benih sebesar korek atau ukuran 7-8 cm. Kolam pembesaran yang digunakan berukuran 100 – 500 m2. Kepadatan tebar 20 ekor/m2. Contoh, untuk kolam ukuran 500m2 dibutuhkan benih sekitar 10.000 ekor. Tinggi air 70 cm dengan debit air yang masuk ke kolam 15-20 liter/menit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ikan-gurami_20151006_174300.jpg)