Cara Budi Daya Ikan Gurami
Gurami termasuk ikan yang mudah dibudidayakan. Ia bisa hidup di sembarang tempat. Kendati begitu, pemilihan lokasi yang tepat juga perlu diperhatikan.
Penulis: Aminudin | Editor: Sudarwan
ADA dua cara yng bisa dilakukan, yakni membuat kolam baru dan pengolahan tanah seusai panen. Jika membuat kolam baru, konstruksi dibuat kuat dan kokoh. Dinding kolam dirancang agar tidak mudah bocor atau terkikis. Kemiringannya 60 derajat dari dasar kolam. Pematang antarkolam dibuat kuat dan lebar untuk mengantisipasi longsor. Tinggi pematang kurang lebih 125 cm diukur dari dasar kolam.
Permukaan kolam dibuat agak miring guna memudahkan pembuangan air. Saluran pemasukan dan pengeluaran ar pada setiap kolam dibuat terpisah guna menghindari penularan penyakit ke kolam yng lain.
Kedua saluran diletakkan di kedua dinding secara diagonal atau menyilang. Pralon pvc atau bambu umum digunakan. Jumlahnya tergantung kolam, ukuran 100 m2 cukup 2 saluran air. Lubang air ditutup kasa agar kotoran tidak ikut masuk ke kolam.
Kualitas tanah yang baik menciptakan kondisi lingkungan yang layak untuk gurami. Karena itu keasamanya harus dipertahankan. Caranya dengan menaburkan kapur sebanyak 100 g/m2bdan 200 g/m2 garam dapur.
Penanganan kolam yang sudah produksi lain lagi. Sebelum digunakan air dibuang habis, lalu dasar kolam dijemur hingga kering. Tujuannya untuk mematikan bakteri, jamur dan cacing. Kotoran atau sisa-sisa pakan yang menumpuk dibuang.
Setelah kering, tanah dicangkul sedalam 10-20 cm, lalu dibalik dan ratakan. Lapisan atas dianggap sudah tidak kaya hara sehingga perlu diganti yang bawah. Jemur di terik matahari sampai kering. Untuk menjaga keasaman tanah taburkan kapur 100 g/m2 dan 200 g/m2 garam dapur.
Pengisian Air
KOLAM yang sudah siap segera diisi air secara bertahap. Setelah mencapai tinggi 20 cm saluran air ditutup. Taburkan pupuk kandang, seperti kotoran ayam (postal) sebanyak 500 g.m2. Tujuannya untuk menumbuhkan plankton. Air dibiarkan menggenang selama beberapa hari agar terjadi proses dekomposisi atau penguraian.
Yang perlu diperhatikan adalah kehadiran anak katak/percil, burayak mujair atau lele yang seringkali ikut terbaw air. Untuk mengatasinya taburkan saponin sebanyak 5-10 kg. Alternatif lain dengan pemberian daun lampesan (gyptis suaveolens) secukupnya. Pesaing atau predator yang sudah mati itu dibuang agar tidak busuk.
Beberapa hari kemudian air berubah menjadi hijau tanda bibit plankton sudah ada, Masukkan air secara bertahap hingga mencapai tinggi 60-80 cm. Pupuk buatan, seperti S – 36 sebanyak 20 g/m2 dapat diberikan untuk mempercepat pertumbuhan pakan alami. Diamkan selama 5-7 hari sampai warna air berubah menjadi hijau segar. Saat ini benih sudah siap ditebar.
Tabur Benih
PILIH benih sehat untuk ditebar. Ciri benih yang baik, gerakan renangnya lincah, sisik mengkilap, bebas penyakit dan ukuran seragam. Ada beberapa jenis gurami sebagai pilihan, di antaranya paris, safir, merah, jepang dan soang. Yang perlu diperhatikan asal benih. Usahakan jaraknya tidak jauh dengan lokasi supaya tidak “mabuk” selama pengangkutan.
Penebaran dilakukan pada pagi atau sore hari. Saat itu cuaca redup sehingga penyesuaian berlangsung lebih cepat dan menghindari benih stres. Secara perlahan-lahan kantung benih dimasukkan ke air. Biarkan beberapa saat agar suhu di kantung sama dengan air kolam. Buka kantung lalu tuang ke air. Biarkan benih berenang sendiri.
Tahap Perawatan
TAHAPAN itu dimulai dari pembenihan, pendederan hingga pembesaran. Setiap segmen dilakukan di kolam terpisah dan penanganan berbeda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ikan-gurami_20151006_174300.jpg)