Perilaku Lesbian di Kota Palembang

Kolam Retensi Jadi Tempat Memadu Kasih

Layaknya sepasang kekasih, dua perempuan di antara kelompok itu duduk berdempetan dan sesekali saling berpegangan tangan.

Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Di balik temaram malam, beberapa kawasan kolam retensi di Palembang, masih tampak remaja-remaja kumpul secara berkelompok. Keberadaan mereka sedikit sulit dilihat karena tempat yang mereka duduki berada di sudut-sudut kolam retensi. Ada yang di bawah pepohonan, ada juga yang duduk di tempat yang tidak terjangkau lampu taman.

Di antara kelompok tersebut, terlihat sekelompok perempuan muda bercengkrama akrab di balik remang-remang malam di Kambang Iwak Kecik (KIK), Jalan Telaga Palembang. Layaknya sepasang kekasih, dua perempuan di antara kelompok itu duduk berdempetan dan sesekali saling berpegangan tangan. perempuan yang memiliki rambut sebahu sesekali menyandarkan kepalanya di bahu perempuan lain berambut pendek. Tak terdengar apa yang keduanya ucapkan, namun ekspresi yang mereka tunjukan saat itu terlihat cukup menikmati suasana.

Untuk yang rambutnya sebahu, sangat mudah menebak dirinya adalah cewek. Namun, untuk yang berambut pendek, sempat dinilai seorang cowok. Selain rambutnya yang pendek, gaya berbusananya dan suara yang ia keluarkan sama persis dengan seorang pria. Dengan malu-malu, kedua perempuan yang masih berusia belasan tahun ini mengatakan kalau mereka adalah sepasang kekasih.

"Kita belum genap satu bulan pacaran. Mulanya kita sama-sama nongkrong di sini dan semakin akrab karena sama-sama menyukai. Akhirnya, kita memutuskan untuk pacaran," kata perempuan berambut sebahu, yang namanya kita sebut saja Jasmin, Rabu (7/1/2014).

Dari penelusuran yang dilakukan, diketahui, perempuan pecinta sesama jenis memang sering memadu kasih secara diam-diam. Menurut penuturan yang berhasil didapat, mereka malu untuk secara terang-terangan memperlihatkan kemesraan di depan khalayak.

Terlebih, mereka menilai, Palembang belum banyak keberadaan kelompok ini sehingga masih dicap aneh. Ada cara tersendiri bagi seorang perempuan untuk mencari perempuan yang akan ia jadikan pasangan. Mengingat masih sedikitnya kelompok lesbi (sebutan untuk perempuan pecinta sesama jenis), beberapa perempuan rela berkeliling di sejumlah taman untuk mencari sekelompok perempuan yang sedang nongkrong di tengah gelapnya malam.

Begitu melihat ada sekelompok perempuan nongkrong, maka perempuan
itu memberanikan diri untuk berbaur. Ia lalu bergabung nongkrong bersama perempuan-perempuan tersebut. "Mulanya kita kumpul-kumpul biasa. Lama-kelamaan, akan tertarik dengan seseorang dan akhirnya pacaran," kata Jasmin.

Kumpul dengan sesama perempuan terkadang menarik perhatian pria yang melihat. Apalagi, seperti Jasmin misalnya. Wajahnya terlihat manis dengan kulit putih kuning langsat. Tak heran, banyak pria yang ingin gabung untuk kenalan dan kumpul. Namun, jangankan mengajak kumpul, Jasmin dan teman-temanya sesama lesbi sangat sulit untuk diajak berbicara oleh pria. Mereka akan cuek menanggapi pertanyaan atau sapaan seorang pria. Tak ada jawaban yang keluar dari mulut mereka begitu ada pria yang coba mengajak berbicara. Butuh usaha ekstra keras dan muka tebal menahan malu jika ingin berbicara dengan sekelompok lesbi ini.

Bahkan, jika sudah dirasa terlalu mengganggu, mereka akan marah untuk memaksa pria pergi. "Kita sangat mewanti-wanti dengan pria yang baru kita kenal.

Hanya mereka yang sudah lama bergaul dengan kita yang bisa kita ajak untuk berkumpul," kata Jasmin, yang ngakunya pulang ke kawasan Plaju.

Selama ini, Jasmin mengatakan hanya menunjukkan kemesraan bersama pacar perempuannya di taman-taman atau kolam retensi. Diakuinya, ia memang pernah mengajak pacarnya ke tempat-tempat semacam mal atau bioskop. Namun, tidak pernah keduanya menunjukkan kemesraan seperti bergandengan tangan atau menyandarkan kepala di bahu.

Keduanya berjalan dengan ada sedikit jarak. "Sejauh ini, kemesraan hanya sebatas ciuman atau meraba anggota tubuh. Lebih dari itu, belum pernah," kata Jasmin.

Perasaan seorang lesbi terhadap pacarnya tak kalah dengan pasangan normal. Mereka memiliki rasa cemburu saat pasangan perempuannya didekati atau digoda oleh perempuan lain. Biasanya, yang buat mereka cemburu ketika ada seorang perempuan tak dikenal menggoda pasangan. Jika yang menggoda sudah dikenal, kecemburuan tidak akan muncul.

"Yang pasti, saya menikmati hubungan ini. Apakah nantinya saya akan mecintai seorang pria, kita lihat saja nanti," pungkas Jasmin.

Jasmin mungkin masih menikmati hubungan dengan sesama jenis. Namun tidak dengan Rose (bukan nama aslinya). Dikatakan cewek bertubuh tambun ini, ia kini sudah bisa mencintai seorang pria.

Halaman 1/2
Tags
lesbian
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved