250 JCH Plus Asal Sumsel Urung Berangkat

Pasrah Menunggu Tahun Depan

Kekecewaan terlihat jelas tergambar di raut wajah para calon jemaah haji meski mereka tetap berharap dapat

Tayang:
Penulis: admin | Editor: Bejoroy
zoom-inlihat foto Pasrah Menunggu Tahun Depan
riautoday.com
Ilustrasi.

Seorang jamaah calon haji wanita lainnya lekas menghampiri Darwiyah, lalu memeluknya erat-erat.
“Sudah Bu, sudah, mau bagaimana lagi kalau sudah tidak bisa berangkat,” ucap Ibu tersebut menenangkan. Tapi Darwiyah terus menangis.

Rupanya, di kampungnya, Darwiyah sudah kepalang bercerita, bahkan mengadakan acara makan-makan sebelum berangkat naik haji.

Makanya, Darwiyah merasa malu untuk kembali ke kampungnya lantaran gagal berangkat haji. Akhirnya, Darwiyah pun memilih masuk ke mobil dengan langkah perlahan dan mata sembab.

Hari Ini Bayar
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dian Perri mengungkapkan kasus ratusan calon jamaah haji dari AL Bayan Tour and Travel yang mengamuk di Hotel Mega Matra, Matraman, Jakarta Timur lantaran merasa ditipu, sudah disepakati kedua pihak untuk diselesaikan secara damai.

“Kami hanya sebagai fasilitator saja. Kedua pihak sudah membuat kesepakatan, dan pihak agen akan mengembalikan uang calon jamaah besok Senin,” jelas Dian saat dihubungi Tribunnews.com, Minggu (21/10).

Lebih lanjut Dian menuturkan, jika masih ada kendala dalam pengembalian uang, calon jamaah dapat melaporkan pihak agen ke kepolisian wilayah yang berwenang.

“Ini ranah perdata, wanprestasi dalam istilah hukumnya ingkar janji. Jika kesepakatan tak juga terwujud silahkan melapor di Riau bagi yang asalnya dari sana atau yang dari Jambi juga,” jelas Dian.

Dian mengatakan, saat ini sebagian calon jamaah sudah ada yang kembali ke kampung halamannya.
Sebelumnya, sekitar 850 calon jamaah haji dari AL Bayan Tour and Travel mengamuk di Hotel Mega Matra, Matraman, Jakarta Timur lantaran merasa ditipu. Mereka batal menunaikan ibadah haji karena pihak jasa pemberangkatan membatalkan secara sepihak.

“Pihak penyelenggara beralasan dari pihak imigrasi belum mengeluarkan visa bagi jamaah, ini yang membuat para jamaah kesal. Padahal lebih dari 800 calon jamaah haji ini sudah menyetor uang mulai dari Rp 95 juta sampai Rp 185 juta,” ujar Sudirman, calon jamaah haji asal Maluku, Sabtu (20/10) lalu.

Mereka yang yang merasa ditipu oleh pihak penyelenggara, histeris serta mengamuk. Bahkan beberapa diantaranya mengaku sudah merasakan hal ini sejak 10 hari terakhir.

Para calon jamaah haji yang sebagian besar orang tua itu ditampung di hotel sejak 10 hari terakhir sampai ada keputusan berangkat dari pihak penyelenggara. (mg2/tribunnews.com)

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved