Sulgani Kocak, Pahri-Dodi Tenang

Debat Kandidat Calon Pasangan Bupati Muba

Tayang:
Penulis: admin | Editor: Bejoroy
zoom-inlihat foto Sulgani Kocak, Pahri-Dodi Tenang
Sripo/Mg1
DEBAT PUBLIK — Ketiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Muba periode 2012-2017 pada acara Debat Publik di Gedung Dharmawanita Kota Sekayu, Kamis (15/9) malam. Dari kiri ke kanan: Pasangan Dodi Reza Alex-Islan Hanura, Sulgani Pakuali-Sujari, dan Pahri Azhari- Beni Hernedi.

PALEMBANG, SRIPO — Debat Kandidat Calon Pasangan Bupati Musi Banyuasin (Muba) di Gedung Wanita Kabupaten Sekayu, Kamis (15/9) malam berlangsung hangat diselingi gaya jenaka pasangan kandidat H Sulgani-H Sujari.

Tidak ada suasana tegang seperti debat kandidat pimpinan di luar negeri, Debat Kandidat menyongsong Pilkada Muba cenderung dingin bahkan sesekali pada pendukung tertawa melihat pasangan Sulgani yang sering memberikan jawaban yang lucu.

Para calon Bupati  Musi Banyuasin tampil dengan warna baju berbeda. H Dodi Reza Alex-H Islan Hanura mengenakan baju koko putih. H Sulgani-H Sujari mengenakan baju oranye dan H Pahri Azhari-Beni Hernedi menggunakan baju hijau tua.

Ruangan yang padat dipenuhi pendukung masing-masing serta sejumlah undangan terasa panas, ramai dan berisik oleh suara pendukung yang mengelu-elukan jagoannya. Namun Dodi bisa tampil tenang dan tegas dalam menyampaikan visi misi maupun menjawab pertanyaan panelis.

Ketiga pasangan berebut simpati memaparkan visi dan misi. Mereka juga ditanyai tiga panelis Prof Dr Didiek Susetyo (pakar ekonomi), Prof Dr Hatammarrayid (sosial politik), dan Dr Febrian SH MH (hukum).

Dalam paparannya, Dodi-Islan mengusung visi Muba Terdepan 2017, Muba menjadi acuan kabupaten. Diwujudkan dengan pembangunan masyarakat, pembangunan wilayah dan pembebasan seragam sekolah.
Pembangunan jalan di mana 64 persen sekarang ini rusak. Instalasi air bersih.

Begitu pula dengan Sulgani-Sujari dengan gaya lawakan dan lucu kerap menghibur peserta yang hadir saat ini memaparkan visi dan misi mereka. Mereka mengusung Muba Berani 2011. Artinya, Berani Ekonomis, Religius, Aman, Nyaman dan Indah.

Menurut Sulgani Visinya tidak muluk-muluk. Yang penting (Berani) yang akan di diwujudkan dengan keberanian memberantas korupsi.

“Jika saya terpilih tidak akan tidak akan ada jalan rusak, meningkatkan sumber daya manusia dan melayani pendidikan dan berobat gratis,”katanya.
Sulgani menambahkan, selain membangun infrastruktur ia akan mengukur ulang lahan perkebunan, mulai dari, karet sawit dan sebagainya dimiliki perusahaan dengan lahan warga, dan akan dikembalikan kepada haknya masing-masing.

“Kalau saya terpilih jadi bupati semua lahan perusahaan akan saya ukur ulang. Kalau lebih, kembalikan kepada rakyat,” ungkapnya dengan gaya kocak.
Sementara pasangan H Pahri Azhari-Beni Hernedi dengan penguasaan diri yang tenang menegaskan soal penguatan ekonomi kerakyatan.

“Bersama masyarakat kami akan meningkatkan kredit usaha rakyat, membangun infrastruktur di Muba berupa jalan dari desa dan dusun ke dusun sampai pelosok. Meningkatkan pemerataan pembangunan dengan satu miliar satu desa, menghapus kesenjangan antara kecamatan,”jelas Pahri.

Untuk mewujudkan hal itu tambah dia, yang dibutuhkan Muba bukanlah penguasa melaikan pemimpin.
Saat sesi tanya jawab, Prof Hatamarrasyid bertanya kepada ketiga pasangan calon. Bagaimana mengatasi rongrongan timses dan parpol masing-masing pendukung setelah terpilih kelak?
“Kami bukan bupati Golkar, PAN, PDI dan parta politik lainnya. Tapi kami adalah Bupati dan Wakil Bupati masyarakat Muba.

Jika nanti terpilih kami akan berbuat sesuai aturan.  Dan kami pastikan tidak ada kontrak aturan transaksi politik,”tegas Dodi.
“Saya selaku incumbent siap diperiksa karena saya tidak pernah korupsi,” tambah Islah, calon pasangan Dodi.

Lain lagi Dengan Sulgani masih dengan kocak santai namun dengan semangat ia menjawab, tidak penting visi dan misi muluk-muluk.
“Yang penting masyarakat agam (suka) dan senang. Kami indenpenden siap merangkul semua lapisan,’ujarnya.

Sedangkan menurut Pahri, semua harus konsen. Dan ia yakin pada partai pendukung dan pengusung tidak ingin roda kepemimpinan terganggu dengan kepentingan kelompok.

Pertanyaan dilanjutkan Prof Didiek Untuk Dodi, apa kongkret peningkatan pendapatan masyarakant dan daerah? Dodi menjawab, ia akan memberikan bantuan kepada masyarakat, membangun zona industri dan memanfaatkan sumberdaya manusia yang ada sehingga dapat meningkatkan PDA. “Seperti membangun pabrik dan kebun karet serta kebutuhan industri lainnya,” ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved