Cucu Kembar, Suami Tenang, Pilkada Muba
SRI Eliza. Itu nama lengkapnya.
Penulis: admin | Editor: Bejoroy
SRI Eliza. Itu nama lengkapnya. Belakangan setelah menikah, ia menambahkan Alex Noerdin di belakang namanya. Sebagai pertanda, ia isteri Alex Noerdin, Gubernur Sumatera Selatan periode 2009 - 2014.
Eliza sendiri tidak tahu mengapa awal namanya memakai Sri. Nama itu identik dengan asal Jawa. Yang pasti, ia asli Tanjung Sakti, Lahat. Ayahnya, almarhum Madjid Tasti, dan ibunya Hamsiah sepakat menamainya Sri Eliza.
“Saya sulung dari tiga bersaudara perempuan semua. Dua adik saya juga pakai Sri. Sri Lusia dan Sri Patricia,”katanya mengawali bincang-bincang sore dengan Sripo di rumah dinas Griya Agung, Selasa (13/9) sore.
Orang-orang dekatnya, ia akui memanggil dengan nama Sri. “Kalau ada yang manggil saya Sri berarti saudara dan sudah kenal lama. Yang belum kenal manggil saya Eliza,” katanya dengan tawa berderai-derai.
Apapun namanya, perempuan berkulit terang ini mengaku bersyukur. “Semoga artinya baik. Sri diambil dari Dewi Padi kan,” katanya.
Suasana bincang-bincang kemudian sedikit gaduh dengan kehadiran dua cucu kembarnya, Atalie Mazzaya Alex dan Aletta Khayyara Alex. Keduanya menyeruak tampil dengan ciri anak kecil yang tidak bisa diam.
Putri kembar dari pasangan Dodi Reza Alex dan Thia Yufada itu sempat unjuk kebolehan dengan celotehannya.
“Nama ayahku Dodi. Mamaku Thia Yufada. Ayah lagi ke kantor. Mama ke desa. Nek Anang ke Jakarta mau beli oleh-oleh,”kicau si sulung Atalie. Sementara adiknya yang lahir terpaut satu menit dari Aletta memilih sembunyi di kursi yang diduduki Nek Ino.
Keduanya, 4 tahun 4 bulan masih duduk di bangku TK, kemudian berebut bicara satu sama lain. Juga berlarian di seputar ruang tamu. Larangan halus sang nenek tak digubris. Kehadiran si kembar diakui Eliza sungguh menghibur. Terutama bagi sang suami.
“Rasa lelah bapak hilang begitu ketemu cucu-cucu. Bahkan saat bapak lagi istirahat di kamar mereka masuk menghambur ke ranjang bapak,” kata Eliza.
Punya anak cuma tiga (si sulung meninggal dunia Deni Akendra tahun 2003 lalu) membuat kehadiran anak-anak dan cucu-cucu sebagai momen paling membahagiakan bagi Eliza.
“Saya paling bahagia kalau semua anak dan cucu kumpul. Begitu mereka semua kembali ke aktivitas masing-masing rasanya kosong. Tapi ya bagaimana mereka kan punya tanggung jawab pekerjaan masing-masing,”ungkap Eliza.
Kenangan pada Aken
Keluarga buat Eliza segalanya. Ia bersyukur punya suami yang selalu tenang, tegas, dan disiplin. Pada hari belakangan ini di mana Alex sedang banyak beban dengan SEA Games XXVI dan putranya, Dodi Reza, sedang ikut kampanye Pilkada Calon Bupati Muba, Eliza mengaku tetap tenang.
“Banyak yang tanya ke saya stres gak bu. Saya bersyukur diberi kekuatan Tuhan untuk semua cobaan yang pernah Tuhan berikan. Saya jalani saja tahap demi tahap kehidupan ini. Saya begini karena punya pasangan hidup yang tenang,”katanya.
Menurut Eliza kalau suaminya sudah bilang, ”Tenang aja Ma. Nanti semua akan beres. Otomatis saya ikut tenang. Dan biasanya kalau bapak bilang begitu hasilnya memang beres. Tenang bukan berarti kita tidak ada upaya. Cuma barangkali ini bentuk pasrah kita pada Tuhan”.
Belajar pada kehidupan. Itulah agaknya yang diterapkan Eliza alam mengarungi bahtera kehidupan. Cobaan terberat sudah pernah dialaminya saat putra sulung Akendra meninggal karena kecelakaan tunggal bermotor di Kambang Iwak.
“Aken baik sekali, bertanggung jawab, dan penuh kasih sayang. Dulu kalau bapak dinas keluar kota, ia tidur di sofa ruang tamu untuk menjaga saya dan adik-adiknya. Semoga almarhum beristirahat dengan tenang di sisi Allah SWT,” kata Eliza yang kerap menziarahi makam putranya di TPU Kebun Bunga.