Ikuti Program Transmigrasi, 3000 Warga Jawa Pindah ke PALI

Setidaknya 3000 warga asal Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim) akan pindah ke Kabupaten Penukal Abab dan Lematang Ilir (PALI) mengikuti progra

Ikuti Program Transmigrasi, 3000 Warga Jawa Pindah ke PALI
https://fornews.co/
Ilustrasi - Peta PALI. 

SRIPOKU.COM, PALI - Setidaknya 3000 warga asal Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim) akan pindah ke Kabupaten Penukal Abab dan Lematang Ilir (PALI) mengikuti program transmigrasi. Mereka akan ditempatkan di Desa Tempirai Selatan dan Desa Persiapan Tempirai Barat Kecamatan PALI. Hal itu terbukti dari kunjungan Tim dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa bersama Jawa Timur langsung meninjau lokasi.

Program Transmigrasi Sisipan Dievaluasi

Dua Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) di Kabupaten Banyuasin Ini Belum Berstatus Desa

br>Tim yang dipimpin langsung Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Wika Bintang sudah dua kali mendatangi Bumi Serepat Serasan untuk melihat secara langsung bakal lahan transmigrasi. Menurutnya,rencana Pemprov Jawa Tengah bakal mengirimkan warganya mengisi lokasi transmigrasi di PALI. Kedatangan warga transmigrasi ke PALI sudah melalui proses yang panjang. Seperti mulai dari pencermatan, kordinasi, komunikasi dengan instansi terkait, lalu melakukan pengecekan.

"Kami pernah datang ke PALI dua tahun yang lalu, dengan tujuan meninjau lokasi transmigrasi disini, karena banyak masyarakat yang ingin berangkat transmigrasi, ada lebih 3.000 lebih kepala keluarga yang berminat untuk menjadi transmigran," ungkap Wika Bintang, Kamis (16/5).

br>Setelah dua kali melakukan penjajakan, dikatakan Wika, bahwa kultur serta budaya warga PALI tidak jauh berbeda dengan adat di pulau jawa dan warga PALI welcome atau menerima kedatangan timnya kemari. "Kita juga sudah bicara dengan Dinas transmigrasi Sumatera selatan, untuk area lahan transmigrasi sudah diurus di BPN, jadi kami rasa tidak ada kendala lagi. Program transmigrasi ini bila sudah di sepakati akan kit sering di APBD, untuk warga Jawa tengah," ungkap Wika.

Sementara Usman Dani, Kepala Disnakertrans menjelaskan bahwa rencana pembukaan lahan transmigrasi Di Desa Tempirai tahap awal seluas 900 hektare.

"Lahan 900 hektare itu akan menampung lebih kurang 400 KK, dimana pembagiannya, 60 persen transmigran lokal dan 40 persen transmigran dari luar daerah. Sudah ada dua provinsi yang tertarik menempatkan warganya untuk transmigrasi kesini, yakni DIY dan Jawa Tengah," terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Persiapan Tempirai Barat, Dedi Handayani mengatakan, bakal lahan transmigrasi yang ada di Desa Tempirai Selatan dan Desa Persiapan Tempirai Barat Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI ini pada tahun 1970an sempat menjadi lumbung padi.

Menurut dia, warga setempat belum mengenal tanaman karet dan secara serentak membuka lahan tersebut untuk pesawahan. "Saat itu pernah mencapai 6 sampai 7 ton/hektar padi, untuk itu warga setempat menyerahkan lebih 2.200 hektar lebih ke pemerintah untuk dibuka menjadi lahan transmigrasi," ungkap Dedi Handayani.

Hanya saja, diakui Kades bahwa sekitar tahun 1980an, hama burung menyerang tanaman padi petani, membuat lahan tersebut ditinggalkan dan hingga kini jadi lahan tidur.

"Apabila dibuka jadi lahan transmigrasi, dan harapan kami dikabulkan untuk pesawahan, kemudian banyak warga luar PALI atau dari pulau jawa yang biasa bertani padi datang bertransmigrasi ke sini, maka dipastikan, kejayaan Desa kami sebagai lumbung padi bisa bangkit kembali," terangnya. (cr2)

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved