Bahayakan Pengguna Jalan, Masyarakat di Pagaralam Dilarang Jemur Kopi Dibadan Jalan

Sebagai bentuk penegakkan Perda Kota Pagaralam,petugas Sat Pol PP Kota Pagaralam melakukan penertiban hamparan kopi yang dijemur dibadan jalan.

Bahayakan Pengguna Jalan, Masyarakat di Pagaralam Dilarang Jemur Kopi Dibadan Jalan
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
JEMUR KOPI : Tampak salah satu warga yang menjemur kopi dibadam jalan. Hal ini akan ditertibkan pihak Pol PP jika masih ada yang menjemur kopi dibadan jalan, Rabu (15/5/2019). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM – Banyaknya petani kopi yang menjemur kopi dibadan jalan menjadi perhatian khusus pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam.

Pasalnya hampir setiap badan jalan yang ada di Pagaralam saat memasuki musim kopi selalu dipenuhi jemuran biji kopi. Kondisi tersebut membahayakan pengguna jalan dan sangat menganggu pemandangan.

Sebagai bentuk penegakkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Pagaralam, sekaligus memberikan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan, petugas Sat Pol PP Kota Pagaralam melakukan penertiban hamparan kopi yang dijemur dibadan jalan.

Kasat Pol PP Kota Pagaralam, Samsul melalui Sekretaris Pol PP, Mastullah mengatakan, para petani kopi di Kota Pagaralam dilarang menjemur kopi dibadan jalan. Jika masih ada akan ditertibkan.

Asik Mojok Saat Bulan Ramadan, 9 Pelajar SMA di PALI ini Diamankan Satpol PP

Sepuluh Tenda Pasar Bedug Roboh Disapu Angin Kencang

"Penertiban jemuran kopi di badan jalan sesuai dengan Perda Nomor: 12 tahun 2003, tentang larangan menjemur kopi atau padi di balan umum, serta menumpuk benda-benda lainnya di jalan raya," tegasnya.

Lokasi penertiban jemuran kopi meliputi seluruh wilayah kawasan pojok sudut Kota Pagaralam. Pasalnya saat ini di Pagaralam sudah memasuki musim panen, baik itu panen kopi maupun padi, sehingga perlu diadakan upaya monitor, untuk mencegah masyarakat menjemur menggunakan badan jalan.

"Saat ini, karena mengganggu pengguna jalan, sanksi yang kita berikan kepada masyarakat, yang melanggar aturan Perda itu, masih sebatas teguran. Namun mereka harus memindahkan jemuran kopi dan padi dari badan jalan, sejauh ini masyarakat pun sangat kooperatif dan mendukung upaya kita ini," jelasnya.

Dilarang Buang Sampah di Tepi Jalan, Oknum Warga di Pagaralam Ini Buang Sampah di Aliran Sungai

Warga Dempo Pagaralam Kekurangan Air Bersih, Polres Pagaralam Turunkan Mobil Anti Huru-hara

Selama musim panen berlangsung, penertiban jemuran kopi akan terus dilakukan petugas di lapangan, dengan cara melakukan giat patroli keliling secara rutin, kalau masih ada yang ngotot menjemur kopi di badan jalan, terpaksa petugas akan melakukan penyitaan.

"Semua upaya itu, agar jalan sesuai dengan fungsinya. Dan pengguna jalan merasa lebih nyaman," katanya.

Sering Macet Saat Ramadan, Jalur Pasar Dempo Permai Pagaralam Direkayasa Ulang

Rendi (32), seorang pengendara sepeda motor mengakui, keberadaan jemuran kopi di badan jalan tentu saja sangat membuat dirinya dan pengendara lainnya merasa sangat kesulitan untuk melintas. Disamping badan jalan tertutup, biji-biji kopi yang dijemur juga tak jarang menjadikan jalan licin.

"Kalau badan jalan sudah tertutupi dengan jemuran kopi kita harus betul-betul ekstra waspada saat melintas, mengingat bukan tidak mungkin pengendara bisa jatuh tergelincir jika berkendara melintasi hamparan jemuran kopi tersebut," ujarnya.(one)

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved