Target 42 Menit, Waktu Tempuh LRT Dari Stasiun Bandara ke DJKA
Mentri Perhubungan RI, yang menginginkan waktu tempuh naik Light Rail Transit (LRT) Sumsel lebih capat maka dalam waktu dekat kecepatan LRT akan dita
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -Sesuai dengan intruksi dari Mentri Perhubungan RI, yang menginginkan waktu tempuh naik Light Rail Transit (LRT) Sumsel lebih capat maka dalam waktu dekat kecepatan LRT akan ditambah.
Kepala PT KAI Divre III Palembang Purnomo usai Seminar 2019 dengan Tema "Mengenal LRT Sumatera Selatan Lebih Dekat" mengatakan, bahwa Pak Mentri Perhubungan mintak waktu tempuh LRT bisa di bawah 50 menit dari Stasiun Bandara ke DJKA.
"Kalau sekarang waktu tempuh dari Stasiun Bandara ke DJKA masih 60 menit, maka kedepan targetnya minimal bisa 42 menit," ujarnya di Ballroom Hotel Excelton, Selasa (14/5/2019).
Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa dalam waktu dekat kecepatan LRT akan ditambah. Karena kereta didesain dengan kecepatan 85-100 km/per jam. Jadi nanti terkait infrastrukturnya apakah mampu dikecepatan itu, kalau tidak ok ya tidak bisa juga.
"Terkait infrastruktur itu pihak Waskita. Informasinya saat ini mulai memasang pembatas kecepatan, karena setiap lintasan kecepatanya berbeda-beda. Setelah itu selesai maka baru diuji coba dulu. Untuk kecepatan sekarang 20-40 km/per jam, targetnya bertahap kenaiknya 10-15 persen dari sekarang berkisar 45 km/jam," katanya.
Sementara itu Setting Engineering Manager Waskita Prayit K mengatakan, bahwa saat ini masih dalam tahap evaluasi kecepatan dengan menambah atau meningkatkan di segmen-segmen tertentu.
• Bawaslu Rekomendasikan Pembekuan 10 Petugas KPS, KPPS, PPK di Dua Kecamatan ke KPU
• Perempuan 53 Tahun Ini Bagikan Resep Agar Tetap Awet Muda, Cantik dan Sehat, Ini 3 Rahasianya
"Untuk uji coba penambahan kecepatan direncanakan minggu depan, yang akan kita coba dengan kecepatan yang kita design.
Bersama-sama temen dari sarana kita akan optimumkan kecepatanya," ujarnya.
Menurutnya, karena yang mengendarai manusia jadi harus dibimbing sesuai dengan komputer.
Maka Taspat (kecepatan rambu-rambu) akan dirubah. Lalu kalau sudah jalan akan diubah lagi.
• Update Terbaru Kasus Vera Oktarina yang Tewas Dimutilasi, Motor Korban Diduga Masih Dikuasai Pelaku
• Siap Antisipasi Kenaikan Trafik Selama Libur Lebaran, XL Axiata Tingkatkan Kualitas Jaringan
"Untuk saranya tentu mendukung, jadi tinggal menyesuaikam saja antara kereta, masinis dengan main line nya. Jadi nanti dari Stasiun Bandara sampai depo akan di tes 1 jalur dulu. Kalau sudah rampung satu jalur semuanya nanti akan di cek dan dievaluasi, baru di tes," jelasnya.
Ia pun mengatakan, untuk di tes atau uji cobanya tanpa penumpang dan tidak menggangu jadwal LRT yang ada, karena akan dilakukan malam atau dini hari.
"Kami menargetkan kecepatanya bisa sampai 85 km/jam, karena sebelumnya sudah di tes sampai 91 km/jam," ungkapnya.