Antisipasi TPS yang Sudah Overload, Olah Sampah di Kelurahan

Pemerintah Kota Palembang, melibatkan pihak kelurahan untuk mengatasi persoalan sampah di Palembang. Pengelolaan sampah dengan menggunakan instalasi R

Antisipasi TPS yang Sudah Overload, Olah Sampah di Kelurahan
SRIPOKU.COM/HARIS WIDODO
Ilustrasi - Tumpukan sampah terlihat di beberapa titik trotoar jalan yang berada di Jalan Kolonel H Burlian Palembang, Senin (8/4/2019) 

SRIPOKU.COM - PALEMBANG - Pemerintah Kota Palembang, melibatkan pihak kelurahan untuk mengatasi persoalan sampah di Palembang. Pengelolaan sampah dengan menggunakan instalasi Re-use, Reduce, dan Recycle (3R) bisa dilakukan di tingkat kelurahan. Sehingga volume sampah yang diangkut ke TPS jumlahnya tak terlalu besar lagi.

Puskesmas 7 Ulu Bersama I Go Green Edukasi Masyarakat Mengolah Sampah Jadi Lebih Bermanfaat

Berikut Cara Mengolah Sampah Dapur Jadi Bermanfaat, Mulai Dari Bubuk Kopi Hingga Kulit Telur

Asisten I Setda Kota Palembang, K Sulaiman Amin, mengatakan , volume sampah yang relatif besar diangkut ke TPS menyebabkan TPS sudah mengalami over load. Oleh sebab itu, sampah-sampah ini sebelum di angkut ke TPS terlebih dahulu diolah di tingkat Kelurahaan.

"Bagaimana menangani sampah ini agar dapat memberikan nilai tambah. Kecamatan Kalidoni sudah dapat melaksanakan hal ini," kata dia pada rapat koordinasi penanganan sampah, Rabu (8/5), di Ruang Parameswara Kota Palembang. Rapat diikuti Camat dan pimpinan OPD Kota Palembang.

Sulaiman mengatakan, membawa semua sampah ke TPS merupakan hal yang biasa. Oleh karena itu diharapkan pihak kecamatan dan kelurahan harus mampu mengelola secara mandiri. Dirinya berharap, program penanganan sampah di tingkat kelurahan dapat terlaksana pada 2019 diseluruh kelurahan.

"Sampah di Palembang sekitar 1.000 hingga 1.400 ton perhari. Sementara yang mampu diangkut sekitar 900 ton. Oleh karena itu bagaimana peran dan partisipasi kita dalam pengolahan sampah ini," ujar Sulaiman Amin.

Terkait penanganan sampah, Camat Kalidoni Arie Wijaya menjelaskan tentang kiat Kecamatan Kalidoni dalam mengelola sampah. Dijelaskannya, Kecamatan Kalidoni dengan lima kelurahan atau sekitar 90 ribu penduduk hanya ditangani dua kontainer truk sampah. Hal ini tidak optimal dalam mengumpulkan seluruh sampah.

"Kami mulai mengelola sampah secara mandiri dengan mendirikan TPS. Sampah ini sebuah potensi bisnis yang luar biasa. Yang aneh justru menjadi masalah bagi kita semua,"ujarnya.

Instalasi Re-use, Reduce, Recycle (3R) yang digunakan di kecamatan Kalidoni menampung sampah yang faktanya 80 persen adalah jenis sampah organik. sebanyak 90 persen dari sampah organik tersebut diolah kembali. Sementara 20 persen sampah non organik, sebagian darinya dapat dimanfaatkan kembali.

"Permasalahan utama di TPA adalah sampah plastik. Sampah plastik ini kami olah menggunakan mesin pirolisis dan converter untuk dijadikan bahan bakar. Dari 100 kg sampah plastik dapat menjadi bahan bakar sekitar 100 liter berupa solar, minyak tanah, dan premium," ujarnya. Sementara pengelolaan sampah organik dapat menghasilkan biogas. Selain itu pengelolaan sampah organik ini untuk pembuatan pupuk organik, pupuk organik padat, serta penangkaran Maggot BSF. (axl)

====

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved