Pegawai Malas Jalan dari Benteng Kuto Besak, Tetap Ngotot Parkir di Merdeka

Pegawai Pemerintahan Kota Palembang masih ngotot memarkirkan kendaraan di sepanjang bahu jalan Merdeka Palembang. Mereka beralasan malas jalan karena

Pegawai Malas Jalan dari Benteng Kuto Besak, Tetap Ngotot Parkir di Merdeka
Sriwijaya Post edisi cetak
Pegawai Malas Jalan dari BKB. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pegawai Pemerintahan Kota Palembang masih ngotot memarkirkan kendaraan di sepanjang bahu jalan Merdeka Palembang. Mereka beralasan malas jalan karena kantong parkir di halaman BKB diklaim jauh.

Tradisi Asmara Subuh di BKB, Ribuan Muda-mudi Warnai 1 Ramadan Dengan Perang Petasan

Selama Bulan Puasa. Jam Masuk Pegawai Pemkot Palembang Diundur Setengah Jam

"Kedepan, selain sanksi teguran dan gembok ada juga tilang, semoga ini membuat jera, mereka malas jalan jauh. Padahal jaraknya tak lebih dari 500 meter," ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang Kurniawan, melalui Kepala Bidang Pengawasan, Pelayanan dan Operasional (Wasdalop), Marta Edison, Selasa (7/5).

Diketahui, pegawai Pemerintah Kota Palembang yang membawa kendaraan masih sering memarkirkan kendaraannya di badan jalan di Jalan Mardeka. Padahal Pemkot sudah menyiapkan kantong parkir di samping BKB dan halaman balai prajurit. Aturan itu berlaku sejak awal tahun ini. Namun hanya bertahan satu minggu saja. Pegawai kembali memarkirkan kembali kendaraan mereka di badan jalan.

Marta mengatakan, seluruh PNS dan non PNS yang berkantor di Jalan Merdeka dan Jalan Bari, harus parkir di kantong parkir yang sudah ditetapkan. Diantaranya di samping BKB, ex Kantor Pol PP juga Balai Prajurit. "Halaman kantor OPD di dua jalan itu hanya untuk parkir kepala OPD dan sekretaris saja," katanya.

Marta mengakui aturan tersebut bertahan satu hingga dua minggu saja, selebihnya para PNS dan Non PNS parkir lagi di depan kantor merdeka dan itu menyebabkan macet dan semerawut.

Untuk menerapkan kembali aturan tersebut pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada pegawai yang kembali melanggar. Menurutnya, sejauh ini para pegawai tidak jera meski sanksi diterapkan seperti ban kendaraan digembok. Alasan para pegawai ini mengeluhkan jauhnya jarak parkir mobil ke kantor. Padahal, nilai toleransi jarak parkir ke tempat tujuan sampai 500 meter. Sementara di negara luar lebih dari itu.

Selain itu, pegawai yang memarkirkan kendaraan di kantong parkir yang cukup jauh, bisa menggunakan angkutan umum. Terutama dalam bulan ini direncanakan agenda satu hari dalam satu bulan menggunakan angkutan umum akan diterapkan bagi pegawai pemkot Palembang. Rencana penggunaan angkutan umum ini sudah dikaji dan sedang menunggu SK walikota. "Bulan ini direncanakan diterapkan, sudah dikaji dan sudah ada jadwalnya," katanya. (axl)

15 Paket Peningkatan Jalan
- Jalan SP Kepuh-Kurungan Nyawa
- Jalan Kurungan Nyawa-Gumawang
- Jalan Kurungan Nyawa-Gumawang (DAK)
- Jalan Gumawang-Petanggan
- Pemeliharaan berkala BTS OKI-SP Kepuh
- Pemeliharaan berkala Kurungan Nyawa-Martapura
- Jalan Batas Kabupaten OI-Lubuk Batang
- Jalan Muara Dua-Kota Batu-Batas Lampung
- Jalan Sekayu-Batas Muaraenim
- Jalan Tanjung Raja-SP Tambang Rambang
- Jalan SP Tambang Rambang-Batas OKU
- Jalan SP Sugi Rawas-Batas Lahat
- Jalan Muara Siban-SP Embacang
- Jalan SP Periuk-Tugumulyo-Terawas
- Jalan Terawas-Taba Tinggi-Maur.

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved