Sutarno Tergiur Motor Murah, Transfer Uang Berulang Kali, Transaksi Secara Online

Sutarno (20) tidak menduga jika akan menjadi korban penipuan jual beli secara online. Lelaki yang tinggal di Lorong Kemang Kelurahan Merah Mata Kabupa

Sutarno Tergiur Motor Murah, Transfer Uang Berulang Kali, Transaksi Secara Online
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Ilustrasi - Adi Saputra (23) ketika mendatangi SPKT Polresta Palembang, guna melaporkan kejadian penipuan jual beli online. 

SRIPOKU.COM - PALEMBANG - Sutarno (20) tidak menduga jika akan menjadi korban penipuan jual beli secara online. Lelaki yang tinggal di Lorong Kemang Kelurahan Merah Mata Kabupaten Banyuasin ini awalnya tertarik dengan penjualan motor melalui media sosial.

Informasi yang dihimpun Sriwijaya Post, peristiw itu terjadi Jumat 3 April 2019 sekitar pukul 16.44 bertempat di ATM BCA Sako Kenten, ATM BCA Trade Cit-1, BCA Lotte Mart 3, BCA Sako Kenten 1 Palembang.

Tertipu Jual Beli Online, Impian Adi Punya Motor Klasik Kandas

Polisi Tangkap Penipu Jual Beli Online

Menurut korban, awalnya dia membuka aplikasi sosial media (Medsos) berupa facebook (Fb) kemudian melihat halaman atas penjualan motor, lalu dirinya melakukan chat percakapan ke nomor whatshapp 0821-9120-7289.

"Setelah cek ke berbagai showroom di daerah Celentang, Sekojo dan mendapatkan brosur, lalu saya melakukan kembali percakaban ke nomor tersebut," kata Sutarno dihadapan petugas piket SPKT, Senin (6/5).

Dengan menampilkan nama Khairudin dan sepakat dengan harga motor Rp 6 juta, lalu korban mentransfer uang muka (DP) sesuai kesepakatan kedua belah pihak. "Saya transfer uang Rp 3 juta sesuai kesepakat ke rekening BRI 528201017422535 atas nama Khairuddin," jelasnya.

Setelah itu kata Sutarno, dia mentransfer kembali uang Rp 3 juta untuk pelunasan ke rekening BCA 2970423250. "Tanpa sadar saya telah mentransfer lagi uang, kata pelaku itu untuk uang BPKB dan biaya kargo, saya kirim ke rekening BCA 2970423250 atas nama Muhammad Syarif, rekening BRI atas nama Ahmad Dumiaty hingga total kerugian mencapai Rp 13 juta," jelasnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Ka SPKT, AKP Heri membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait penipuan dengan kedok penjualan motor online. "Laporannya segera kita proses," jelasnya. (diw)

====

Penulis: Andi Wijaya
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved