Pelarian Diatur Orang Dalam, Dari Hasil Rekaman CCTV, 7 Anggota Piket Ditahan

Meski belum dengan tegas membenarkan, namun Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah akan menyelidiki beberapa kejanggalan dari larinya 30 tah

Pelarian Diatur Orang Dalam, Dari Hasil Rekaman CCTV, 7 Anggota Piket Ditahan
SRIPOKU.COM/Andi Wijaya
Delapan dari 30 tahanan yang melarikan diri dengan cara menjebol ventilasi sel tahanan, digelar di Mapolresta Palembang, Senin (06/05). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Meski belum dengan tegas membenarkan, namun Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah akan menyelidiki beberapa kejanggalan dari larinya 30 tahanan. Ada dugaan, pelarian itu telah diatur oleh orang dalam.

"Kami juga masih menyelidiki, asal kunci yang bisa masuk ke dalam sel. Itu masih kami selidiki hingga saat ini. Apakah nanti ada keterlibatan anggota jaga atau tidak, masih didalami," tegas Kombes Didi.

Satu Otak Pelaku 30 Tahanan Kabur Polresta Palembang Dibekuk, 2 Orang Pelaku Masih Diburu

Kondisi Terkini Ventilasi Kamar Sel Mapolresta Palembang Pasca Dijebol 30 Tahanan Kabur

Disinggung mengenai CCTV yang sempat dirusak para tahanan, orang nomor satu di Polresta Palembang itu menjelaskan masih bisa dipantau. "CCTV masih dapat kita pantau, kita lakukan optimalisasi dan akan ditingkatkan. Ada beberapa hal yang tidak bisa kita sampaikan ke publik, karena keterkaitan dan kerjasama dan sebagainya kita akan menunggu, kalau dilihat dari tahanan tidak memungkinkan mereka untuk kabur, namun nyatanya semua berhasil keluar melalui ventilasi udara kamar mandi," tegasnya.

Sebanyak tujuh anggota yang bertugas menjaga tahanan Polresta Palembang, diperiksa dibagian Unit Pelayanan Pengaduan dan Penindakan Disiplin (P3D) Provost Polresta Palembang, Senin (6/5).

Alhasil tujuh anggota tersebut, dimasukkan ke dalam sel tahanan Provost, terkait kelalaiannya dalam menjalankan tugas pada Minggu (5/5) malam.

"Ya, tujuh anggota sudah kita amankan, terkait kelalaian tugas hingga menyebabkan kaburnya 30 tahanan. Mengenai sejauh apa peranan dan kerjasamanya, tergantung penjelasan pelaku yang sekarang masih kami kejar," ungkap Kapolresta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah kepada awak media.

Mantan Kabid Propam Polda Sumsel ini megatakan, perencanaan pelarian tahanan ini sudah satu minggu yang lalu. "Itu pengakuan dari tiga otak pelaku, yang salah satunya berhasil kita tangkap bernama Fahmi. Oleh karena itu, kami masih mengejar otak pelaku lainnya, dengan membentuk tim sesuai perintah Bapak Kapolda baik jajaran Reskrimum, Reskrimsus, Narkoba Polda dan kita sendiri yang sudah kita bentuk dari kemarin,"ungkapnya.

Dengan terbentuknya banyak tim, mudah-mudahan dapat segera menyelesaikan tugas ini. "Semoga dapat membantu menangkap sisa tahanan yang masih diluar. Ada 22 tahanan lagi, semoga dapat kembali dan menjalani proses hukumnya disini," katanya.

Hingga kemarin, sudah 8 tahanan yang kembali ditangkap di Mariana, Plaju, Gandus dan Sukarami.

Mereka yang berhasil ditangkap kembali adalah M Suhandri bin Malikur, M Iki Gunawan, Alvin Febriansyah, Hendri Romiyo, Zaim Fadli, Ahli bin Zainal Abidin, Wahyu Bidan bin Kanalam dan M Trisno. "Kita masih mengejar 22 tahanan yang kabur," jelas Didi.

Oleh karena itu pihaknya terus menghimbau kepada tahanan yang kabur agar menyerahkan diri. "Kita menghimbau kepada tahanan yang kabur agar menyerahkan diri, kalau tidak kita jemput paksa hingga memberikan tindakan tegas jika melawan petugas saat dijemput." (diw)

====

Penulis: Andi Wijaya
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved