Harga Rp 80 Ribu per Kg, Siap Layani Permintaan Daging Murah Silakan Datang ke Gudang Bulog

Jika biasanya harga daging Rp 120 ribu per kg, maka jelang Ramadan harga daging bisa mencapai Rp 130 ribu, seperti yang ada di Pasar Lemabang,

Harga Rp 80 Ribu per Kg, Siap Layani Permintaan Daging Murah Silakan Datang ke Gudang Bulog
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Ilustrasi - Penjual daging sapi di Kabupaten OKU Timur. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Jika biasanya harga daging Rp 120 ribu per kg, maka jelang Ramadan harga daging bisa mencapai Rp 130 ribu, seperti yang ada di Pasar Lemabang, Palembang. Menyikapi hal tersebut, Kepala Perum Bulog Divre Sumsel M Yusuf Salahuddin mengatakan, pihaknya menyiapkan stok daging cukup banyak. Setidaknya sekarang punya 165 ton.

Jelang Hari Raya Idul Adha, Harga Daging Sapi di OKUS Alami Kenaikan Rp 140 Ribu per Kilo

3 Faktor Ini yang Menyebabkan Harga Daging dan Telur Ayam Naik di Palembang

"Bulog menghadirkan daging beku sebagai pilihan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan protein. Jadi kalau mau beli daging bisa langsung saja datang ke gudang Bulog yang ada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Palembang" ujarnya, Senin (29/4).

Namun daging tidak bisa operasi pasar, karena butuh freezer untuk pendingin dagingnya. Jadi jika masyarakat ingin membeli daging dengan harga terjangkau, yaitu Rp 80 ribu per kg, bisa langsung ke kantor Bulog. Bukanya sesuai jam operasional kerja dari Senin-Jumat.

"Kalau oprasi pasar paling saat ada bazar ataupun pasar murah. Jelang Ramadan ini kita juga melakukan monitor dengan melakukan ketersediaan pangan dan pasokan harga di Kelurahan-Kelurahan," katanya.

Jadi di kelurahan-kelurahan dibuka pasar murah secara bergiliran di setiap kelurahannya. Menurut Yusuf, pasar murah itu dilakukan di tingkat kelurahan agar aksesnya lebih mudah. Jadi masyarakat tak perlu le pasar dan bisa efesiensi ongkos ke pasar.

"Baik stok daging dan beras kita masih aman. Kalau untuk daging, kalau sampai permintaan banyak tinggal minta tambah dari pusat. Kalau beras stoknya masih aman hingga 9 bulan ke depan," ungkapnya.

Untuk beras dinyatakan aman, lantaran saat ini masih berlangsung panen. (ts-nda)

====

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved