Pemilu 2019

Tanpa Undangan Tetap Bisa Nyoblos Asal Nama Masuk DPT

Ketua KPUD Muaraenim, Ahyaudin menegaskan warga tetap bisa mencoblos saat pemilu, walau tak mendapat surat undangan atau C6. Asalkan nama yang bersang

Tanpa Undangan Tetap Bisa Nyoblos Asal Nama Masuk DPT
Sriwijaya Post edisi cetak
Sriwijaya Post edisi cetak - Tanpa Undangan Tetap Bisa Nyoblos. 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Ketua KPUD Muaraenim, Ahyaudin menegaskan warga tetap bisa mencoblos saat pemilu, walau tak mendapat surat undangan atau C6. Asalkan nama yang bersangkutan masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT).

"C6 itu hanya surat pemberitahuan. Kalau nama kita sudah terdaftar di DPT tapi belum mendapatkan surat undangan, jangan khawatir, kita masih tetap bisa menggunakan surat suara," katanya, kemarin ketika dikonfirmasi masih banyak warga yang mengaku belum mendapat C6.

Inilah Tata Cara Nyoblos Pemilu 2019 Agar Surat Suara Kamu Sah, Perhatikan 4 Langkah Penting Berikut

Jika Waktu Memilih Sudah Habis, Berikut Aturan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu 2019 di TPS

Bila tak mendapat C6 itu, maka kita bisa cek saja nama ada di TPS mana. Jika sudah dapat lokasi TPS-nya, ya datangi TPS tersebut, kemudian tunjukan identitas KTP atau SIM. "Jika singkron, nanti panitia akan mempersilahkan kita untuk menggunakan hak pilih di TPS tersebut," jelasnya.

Ahyaudin juga menjelaskan bagi masyarakat yang belum mendapatkan formulir C6 dan masih bingung untuk mengetahui namanya termasuk di TPS mana, bisa dicek melalui Hp android. Caranya download aplikasi KPU di playstore, kemudian pilih menu Cek DPT, masukan NIK KTP. Kemudian masukan nama lengkap, dan nanti jika tidak ada masalah antara NIK dan Nama yang tertera di KTP akan keluar informasi di TPS mana nama kita terdaftar sebagai DPT.

"Tapi jika informasinya tidak muncul, berarti ada ketidaksingkronan antara nama dan NIK. Untuk itu datangi saja kantor kades atau lurah setempat untuk mengecek nama kita ada di TPS mana, karena daftar DPT itu sudah kita tempel di kantor kades dan lurah masing-masing," jelasnya.

Sementara itu, sejumlah warga di Muaraenim mengeluhkan belum mendapatkan Formulir C6. Ada juga yang mengeluhlokasi TPS yang terpisah dengan keluarga dalam satu Kartu Keluarga. Seperti yang dikatakan oleh Lukman (45), mengeluh adanya perubahan TPS yang terjadi antara ia dan istrinya.

"Kalau biasanya sekeluarga mencoblos dalam satu TPS, tapi untuk pemilu mendatang TPS kami sekeluarga terpisah. Sya di TPS A, istri saya namanya di TPS lain yang berbeda RT. Namun masih dalam satu kelurahan," katanya. Karena hal tersebut lanjutnya membuat ia dan istrinya sempat kebingungan mencari lokasi TPS yang berubah tersebut.

Sementara itu Tiara (32) salah satu warga Muaraenim lainnya mengaku hingga hari ini belum mendapatkan formulir C6. "Suami saya yang baru pindah domisili dari Lahat ke Muaraenim saja sudah dapat Formulir C6, saya yang memang domisilinya dari dulu di Muaraenim malah belum dapat," katanya. (ts-ika)

===

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved