Dalam Rangka Penertiban Umum Dilingkungan Pasar , 13 Anjal Kota Kayuagung Ditertibkan

Anak jalanan tadi, terdiri dari 5 orang wanita dan 8 orang pria dengan kisaran usia 15 hingga 19 tahun ini, diamankan anggota Satpol PP OKI, pada dua

Dalam Rangka Penertiban Umum Dilingkungan Pasar , 13 Anjal Kota Kayuagung Ditertibkan
SRIPOKUCOM/MAT BODOK
AMANKAN -- Anak jalanan yang berada di Kota Kayuagung, diamankan Satpol PP untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Mat Bodok 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG --Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten OKI, Alexsander Bastomi SP MSi mengamankan 13 orang anak jalanan (Anjal) yang berada di wilayah Pasar Kota Kayuagung. Dalam rangka penertiban umum dilingkungan pasar, Rabu (27/3/2019).

Anak jalanan tadi, terdiri dari 5 orang wanita dan 8 orang pria dengan kisaran usia 15 hingga 19 tahun ini, diamankan anggota Satpol PP OKI, pada dua lokasi berbeda, yaitu 7 orang di depan Pasar Shoping Centre Kayuagung, dan 6 orang lainnya di dekat GraPARI depan Lorong Cokro Kota Kayuagung.

AMANKAN -- Anak jalanan yang berada di Kota Kayuagung, diamankan Satpol PP untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.
AMANKAN -- Anak jalanan yang berada di Kota Kayuagung, diamankan Satpol PP untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. (SRIPOKUCOM/MAT BODOK)

Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten OKI Alexsander Bastomi SP MSi didampingi Kabid Perda, Syawal Harahap SSos MSi mengatakan, penangkapan terhadap anak jalanan, anak punk tersebut merupakan bagian dari penegakan Perda Nomor 13 Tahun 2010 tentang ketertiban umum.

“13 anak punk yang kita amankan tadi malam yaitu, 1 orang berasal dari Kota Depok, 1 dari Prabumulih, 3 dari Kota Palembang, 1 dari Desa Palemraya Indralaya Utara Ogan Ilir, 1 dari Banyuasin, 3 dari Desa Sungai Pinang Ogan Ilir dan 3 orang lainnya berasal dari Kota Kayuagung,” kata Alexander. Mereka diamankan untuk dilakukan pembinaan.

Saat kita amankan, kata Alexander ada beberapa anak yang dalam kondisi sudah "teler" akibat menghisap lem aibon. Bahkan ada yang kedapatan sedang menghisap dan mengantongi kaleng lem aibon. Tak hanya itu, di lokasi juga terdapat botol masih berisi miras serta minuman tuak.

“Penertiban terhadap anak – anak punk ini sendiri karena telah banyak keluhan dari masyarakat yang resah atas keberadaan mereka. Modusnya mengamen, namun terkadang dengan cara sedikit memaksa agar orang mau memberi mereka uang,” ujar Alexander.

Pelajar SD Tewas Tertimpa Pohon Embacang

Per April 2019, Maskapai Penerbangan Diultimatum Turunkan Harga Tiket Pesawat

Disisi lain, ditambahkan Syawal, yang kita khawatirkan adalah perilaku negatif mereka lakukan itu dapat menular kepada generasi muda di Kabupaten OKI, khususnya Kota Kayuagung. Makanya setelah didata dan diberikan himbauan, semuanya kita suruh pulang ke daerah masing-masing.

“Untuk yang berasal dari Kota Kayuagung, tadi malam sudah kita serahkan langsung kepada orang tuanya, sementara untuk yang lainnya, usai didata dan diberikan nasehat agar tidak mengulangi perbuatannya juga sudah kita suruh pulang ke tempat asalnya,” ungkap Syawal.

Para Korban Arisan Online Laporkan Bandar ke Polresta, Kerugian Capai Hingga Rp 1 M

Ketua DPRD Palembang Minta Penyelenggara Pemilu Buat Aturan Tertulis, Pasca Pemecatan 6 Guru Honorer

Dari hasil interogasi terhadap 13 orang anak punk tersebut, lanjut Syawal, kenapa mereka bisa begitu, rata-rata karena faktor ekonomi dan kurangnya perhatian dari orang tua masing-masing. Sehingga terjerumus ‘sindrom’ pergaulan ingin hidup bebas lepas kemana pun mereka pergi.

“Ironisnya, dari 13 orang anak punk yang kita amankan tadi malam, ada pasangan suami-istri. Dan ada juga yang telah janjian ketemu, diduga akan berbuat asusila layaknya suami istri. Selain mabuk-mabukan yang paling dikhawatirkan ya itu, hubungan intim diluar nikah,” pungkasnya.

Oleh karenanya, kita menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten OKI, agar senantiasa selalu mengawasi anak-anak kita, jangan sampai terjerumus perilaku negatif yang dapat merusak masa depan mereka. Mulai dari pergaulan bebas, narkoba maupun hal – hal negatif lainnya.

TKP Rusak, Anjing Pelacak hanya Berputar - putar Kesulitan Mengendus Jejak Pelaku

Jadwal Lengkap Perempat Final Liga Champion 2019 di RCTI, Laga Perdana Ada Derby Inggris

Terpisah Wakil Ketua Jaringan Pendamping Kinerja Pemerintah (JPKP) Kabupaten OKI, Ali Musa berharap, pemerintah jangan hanya melakukan penangkapan saja. Diharapkan mereka bisa dilakukan pembinaan melalui dinas sosial. Karena mereka ada bakat seni, dengan menghibur masyarakat.

"Tidak semua anak jalanan itu, nakal. Karena ada juga anak jalanan yang masih bersekolah. Apa yang telah dilakukan pendataan dari organisasi JPKP OKI, bahwa tidak semua anak jalanan yang diamankan itu mengkonsumsi lem aibon," jelas Ali Musa yang berharap dinas sosial harus pekah terhadap pembinaan dan berikan ilmu jalanan yang berethika.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved