Kalung Sapi Dipasangi GPS, Berhasil Melacak Pencuri

Sering kehilangan sapi, salah satu peternak sapi di Jl Talang Kemang Kelurahan Gandus Palembang bernama Hendrik berinisiatif memasang GPS pada kalung

Kalung Sapi Dipasangi GPS, Berhasil Melacak Pencuri
SRIPOKU.COM/Rangga Efrizal
Yosep (baju merah) ketika dihadirkan dalam gelar perkara pencurian sapi. 

SRIPOKU.COM , PALEMBANG - Sering kehilangan sapi, salah satu peternak sapi di Jl Talang Kemang Kelurahan Gandus Palembang bernama Hendrik berinisiatif memasang GPS pada kalung sapi yang masih ada di kandang. Berkat usahanya, salah satu pencuri berhasil diringkus Selasa (26/3).

Belum Sempat Menikmati Hasil Kejahatannya, Komplotan Pencuri Sapi di Musirawas Ditangkap

Polres Lubuklinggau Ringkus DPO Pencuri Sapi

Yosep Gesan Ulun (31), warga Jalan Mataram Lorong Bukit Perak Kelurahan Kemas Ridho Kecamatan Kertapati Palembang, diringkus oleh jajaran Polsek Gandus usai melakukan aksinya mencuri dua ekor sapi. Aksi Yosep ketahuan saat dirinya tengah membawa sapi yang sudah dipotong ke arah Mapolda Sumsel. Aparat kepolisian bisa melacak lokasi Yosep dari GPS yang ada di kalung sapi.

Kapolsek Gandus, AKP Aidil Fitriansyah, melalui Kanit Reskrim, Ipda Naibaho, mengatakan kejadian pencurian sapi terjadi pada Minggu (17/3) lalu. Dimana tersangka Yosep bersama dua orang temannya mencuri dua ekor sapi betina di lokasi kejadian. Karena pemilik sapi memasangkan GPS di kalung sapi, sehingga tidak sampai lima jam satu dari tiga pelaku dapat diringkus. Meskipun sapi yang telah dicuri sudah dipotong oleh mereka.

"Jadi korban sering kehilangan sapi. Maka dari itu korban berinisiatif untuk memberi GPS pada sapi. Kemudian pada hari kejadian korban melihat mereka sedang beraksi, sehingga korban langsung ke Mapolsek untuk minta pelakunya ditangkap," kata Naibaho.

Menurut Naibaho, setelah dilakukan pengecekan posisi GPS, ternyata para pelaku sudah mengarah ke arah Polda. Lalu dilakukanlah pengejaran terhadap mereka dan didapatilah tersangka Yosep saat itu tengah berada di salah satu rumah yang berada di kawasan IT 2 tepatnya samping Musi Empat Palembang.

"Kami langsung melakukan pengejaran. Kita lakukan pengejaran dengan mendeteksi GPS sapi yang sudah di dekat Polda. Lalu kita kejar dan didapatilah pelaku dekat musi 4. Sapi sudah di potong," jelasnya.

Tak hanya itu, dikatakan Naibaho, untuk modus operandi mereka mencari sapi yang gemuk. Dengan cara memutas, kemudian dilempar cempedak, lalu sapi yang memakan akan pingsan sehingga mereka langsung memilih yang besar.

Pria yang berprofesi penjual arang itu dikenakan pasal 363 ayat 1 dan 3 dengan ancaman 7 tahun penjara. Diketahui, selain meringkus tersangka, petugas juga menyita sejumlah barang bukti seperti tali, cempedak, golok, dan Satu Mobil Suzuki Pic Up warna Hitam dengan Nopol BG 9255 NI yang digunakan paea tersangka mengangkut sapi.

Dari pengakuan Yosep, sapi tersebut diupah oleh seseorang untuk diantarkan. Dari pengakuannya dirinya mendapat Rp 1 juta untuk sekali jalan membawa sapi.

"Saya cuma disuruh oleh Ad dan Jl (DPO) katanya ini uang Rp 1 juta untuk mengantar sapi. Sapinya sudah dipotong. Jadi saya gak tau sama sekali sapi itu mau dibawa ke mana," jelasnya.

Kedua sapi yang sudah dipotong tersebut terdeteksi pertama kali oleh pemilik sapi yang sudah merasa curiga jika sapinya kerap hilang. (mg2)

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved