Sat Pol PP Razia Mobil; Termasuk Motor, Periksa STNK Kendaraan, Dalih Instruksi Gubernur

Badan Pendapatan Daerah Sumsel sempat mengadakan razia taat pajak kendaraan di Jalan Kapten A Rivai Palembang. Ada sedikit berbeda dalam razia ini, ka

Sat Pol PP Razia Mobil; Termasuk Motor, Periksa STNK Kendaraan, Dalih Instruksi Gubernur
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Ilustrasi - Petugas Sat Pol PP Palembang mencabut APK yang dianggap melanggar karena dipasang di pohon dan tiang listrik beberapa waktu lalu. 

SRIPOKU.COM , PALEMBANG - Badan Pendapatan Daerah Sumsel sempat mengadakan razia taat pajak kendaraan di Jalan Kapten A Rivai Palembang. Ada sedikit berbeda dalam razia ini, karena Bapenda Sumsel mengajak Sat Pol PP untuk ikut melakukan razia kendaraan. Petugas dari Sat Pol PP bisa menghentikan kendaraan yang melintas di Jalan Kapten A Rivai Palembang. Mereka juga memeriksa STNK kendaraan bermotor yang dihentikan.

Petugas Razia Kendaraan Pelajar di Depan Sekolah

Kawal Proses Demokrasi Tugas Berat Sat Pol PP, Damkar dan Linmas

Terkait hal ini, Kepala Badan Pendapatan Daerah Sumsel Hj Neng Muhaiba saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya memang melibatkan Sat Pol PP dalam razia taat pajak kendaraan.

"Ada surat dari Gubernur dalam rangka HUT Pol PP untuk ikut dalam razia operasi taat pajak dibantu polisi serta pegawai Bapenda. Tidak tahu sampai kapan, karena itu program dari Pol PP. Kalau mau berkelanjutan atau tidak tanya saja dengan Kasat Pol PP," katanya, ketika dikonfirmasi.

Ketika disinggung mengenai kenapa sampai Pol PP dilibatkan dalam razia ini, menurutnya Pol PP memiliki tugas untuk menegakkan perda. Sehingga, razia ini dilaksanakan dengan melibatkan Pol PP terlebih disandingkan dengan HUT Pol PP. "Karena memang Pol PP menegakkan Perda, jadi bisa ikut razia ," katanya.

Saat ditanya mengenai pajak kendaraan yang ada di wilayah Sumsel, menurutnya di tahun 2018 target pajak kendaraan yang diperoleh over target. Setidaknya, 111 persen pajak kendaraan yang masuk ke dalam Kas Daerah dari target.

Menurutnya, razia taat pajak yang dilakukan itu hanya untuk memperingati HUT Pol PP. Meski, target pajak mengalami over target hal itu perlu dilakukan agar bisa mengikut sertakan dalam razia kendaraan yang dilaksanakan. "Dibantu polisi. Tugasnya Pol PP untuk menegakan perda," ujarnya.

Ia tidak menjelaskan maksud dari razia yang dilakukan terhadap pengendara dengan melibatkan petugas Sat Pol PP. Namun, ia menegaskan dalam rangka HUT Pol PP dan berdasarkan surat perintah dari gubernur.

"Surat juga dikirim ke daerah-daerah, nanti di daerah juga akan dilaksanakan. Tetapi waktunya tidak tahu, itu kembali ke daerah masing-masing," katanya.

Tribun Sumsel juga sempat mendatangi kantor Bapenda Sumsel untuk meminta konfirmasi secara langsung. Akan tetapi, dua jam menunggu tidak ada satupun pejabat di Bapenda Sumsel yang mau menemui.

Ketika ditanyakan kepada satpam yang berjaga, menurutnya semua pejabat sedang keluar kantor dan tidak tahu pulang lagi ke kantor. Akan tetapi, dilapangan mobil dinas dan mobil pribadi berderet terparkir di halaman kantor Bapenda Sumsel. "Tidak ada semua. Tidak ada yang bisa ditemui," ujar seorang satpam bernama Joko yang terlihat dari name takenya.

Karena tidak satu pun pejabat Bapenda yang bisa dikonfirmasi, sehingga Tribun Sumsel memutuskan untuk meninggalkan kantor Bapenda Sumsel. Konfirmasi hanya dilakukan melalui via telepon. Kepala Bapenda Sumsel juga mengaku sedang mengikuti rapat di kantor gubernur. Padahal, terlihat ada mobil dinas kepala Bapenda terparkir di depan gedung. (ard)

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved