Wawancara Eksklusif

Wiranto Geregetan pada Berita Bohong, Pembuat Hoaks itu Sama dengan Teroris

PEMILU 2019 sudah di depan mata. Satu di antara pejabat yang paling sibuk dan berkepentingan terhadap kelancaran pesta demokrasi itu adalah Jenderal

Wiranto Geregetan pada Berita Bohong, Pembuat Hoaks itu Sama dengan Teroris
TRIBUNNEWS.COM/Yanuar Nurcholis Majid
Jenderal Purn Wiranto. 

SRIPOKU.COM - PEMILU 2019 sudah di depan mata. Satu di antara pejabat yang paling sibuk dan berkepentingan terhadap kelancaran pesta demokrasi itu adalah Jenderal Purn Wiranto, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam).

Herman Deru Inisiator Lahirnya Perda Anti Maksiat, Hadiri Forum Silaturahim Menko Polkam Wiranto

Kodim 0430 Banyuasin Bersama Ormas Perangi Berita Hoaks Dan Paham Radikal

Masalah yang menyita perhatian khalayak saat ini yaitu beredarnya berita hoaks (palsu) yang diarahkan kepada pasangan calon presiden wakil presiden. Terkait masalah itu, mantan Panglima ABRI tersebut mewacanakan pelaku pembuatan dan penyebar hoaks dijerat menggunakan Undang-undang Terorisme.

Berikut petikan wawancara Tribun Network dengan Wiranto, di Jakarta, Rabu (20/3).

Bagaimana strategi pengamanan pemilu?
Teknik dan strategi pengamanan tidak saya jelaskan kepada publik. Pastinya sudah ada. Percayakan kepada aparat keamanan. Kami sudah mengidentifikasi daerah-daerah rawan dan sudah ada cara-cara untuk mengeleminasi hal itu. Tetapi tidak saya jelaskan dong kepada publik.

Ini kan masalah-masalah yang berhubungan dengan operasi. Nanti kalau saya jelaskan kepada Anda cara kami mengatasi hal-hal seperti itu, nanti yang mau ngacau pakai cara lain, ya kan.

Wilayah mana yang indeks kerawanan masih tinggi?
Beberapa daerah. Sudah cukup, itu saja. Beberapa daerah. Di Jawa ada, di luar Jawa ada.

Di wilayah Indonesia Timur ada?
Sudah cukup. Jangan mendesak lagi.

Selain hoaks apa saja ancaman saat pemilu?
Kan ada Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan undang-undang pidana lainnya. Tapi kembali seperti saya katakan tadi, hoaks ini kan meneror masyarakat.

Terorisme itu ada yang fisik, ada nonfisik, tapi kan’ teror. Karena menimbulkan ketakutan. Terorisme itu kan menimbulkan ketakutan di masyarakat.

Lho kok masyarakat diancam dengan hoaks untuk kemudian mereka takut ke TPS. Itu sudah ancaman, terorisme.

Halaman
123
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved