Empat Hari Larang Pedagang Jualan, Hari Ini Steril Bawah Jembatan Ampera

Persiapan hingga kegiatan South Sumatera Millenial Safety Road Festival 2019 dikeluhkan sejumlah pedagang kali lima di kawasan bawah jembatan Ampera.

Empat Hari Larang Pedagang Jualan, Hari Ini Steril Bawah Jembatan Ampera
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM , PALEMBANG - Persiapan hingga kegiatan South Sumatera Millenial Safety Road Festival 2019 dikeluhkan sejumlah pedagang kali lima di kawasan bawah jembatan Ampera. Selama empat hari mereka dilarang berjualan. Ini diketahui dari surat edaran yang dikirimkan kepada tiap pedagang.

Berita Lainnya:

International Summit of South Sumatra, Sumsel Undang Investor Asia

Event South Sumatra Millenial Road Safety Festival 2019 Dinilai Tidak Memihak Rakyat Kecil

Event tersebut rencananya memang akan dihadiri Presiden RI, Joko Widodo bersama 1.400 tamu lainnya pada, Sabtu (9/3) mendatang. Namun pemerintah sudah melakukan sterilisasi kawasan tersebut mulai, Rabu (6/3) hari ini. Selama empat itu tersebut, semua aktifitas dikawasan tersebut wajib distop.

"Sudah menerima surat edaran, memberitahukan bahwa dalam waktu empat hari kedepan tidak boleh berjualan. Sebenarnya kami rugi tapi sebagai rakyat kecil kami bisa menerima saja," ujar Leni salah satu pedagang pempek dikawasan pasar 16 Ilir tepatnya bawah Jembatan Ampera Palembang.

Menurut dia, persiapan Event South Sumatra Millenial Road Safety Festival 2019 tersebut, belum sepenuhnya dipertimbangkan dengan dengan matang. Ada masalah yang sepertinya luput dari perhatian pemerintah, seperti memperhatikan para pedagang kecil.

"Dalam sehari kami bisa dapat untung hanya Rp 100 ribu. Kalau 4 hari kami tidak jualan kami harus bagaimana, kami juga butuh makan dan biaya untuk anak kami sekolah. Kami bingung mau berjualan dimana," ujarnya.

Dirinya berharap, pemerintah bisa memberikan ruang atau tempat khusus bagi para pedagang menggelar lapak dagangannya, sehingga bisa membantu biaya operasional hidup sehari-hari.

"Kalaupun dipindahkan ketempat lain belum tentu bisa laku seperti di kawasan bawah Jembatan Ampera ini. Pedagang kecil seperti kami nurut saja, namanya juga rakyat kecil," jelasnya,

Senada, pedagang lainnya di kawasan tersebut, Andre mengatakan, bahwa dirinya hanya bisa pasrah dan tidak tahu mau berdagang dimana, jika dalam empat hari kedepan tidak boleh beraktifitas di wilayah bawah Jembatan Ampera ini. "Kami berharap tetap bisa berdagang, karena ini event besar. Jadi, kemungkinan untuk laris sangat besar karena akan ramai pengunjung. Namun kami tidak tidak diperbolehkan berdagang disini, mau bagaimana lagi," jelas dia.

Sementara, Kabid Penertiban dan Penindakan Sat PolPP Kota Palembang, HS Rendra mengatakan, berdasarkan hasil keputusan bersama, intruksinya bahwa wilayah kawasan bawah Jembatan Ampera harus strelir dari aktifitas, baik pedagang maupun parkir selama empat hari kedepan, terhitung mulai Rabu-Sabtu (6-9-3-2019).

Untuk itu, pihaknya berharap pengertian dan kerjasama dari para pedagang untuk saling mensukseskan event besar ini. Untuk wilayah parkir telah ada kantong parkir yang disediakan, seperti Masjid Agung dan Jalan Jenderal Sudirman serta kawasan belakang Kantor Walikota Palembang. Sementara, pedagang apabila ada masih ada ruang di dalam Pasar 16 Ilir Palembvang, silahkan menggelar lapak dagangannya disana. (cr2)

===

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved