Event South Sumatra Millenial Road Safety Festival 2019 Dinilai Tidak Memihak Rakyat Kecil

mulai besok, Rabu-Sabtu (6-9/3/2019) para pedagang tidak diperbolehkan menjual dagangan mereka di wilayah sekitaran bawah Jembatan ampera,

Penulis: Reigan Riangga | Editor: Budi Darmawan
Sripoku.com/cr2
Pedagan kawasan bawah Jembatan Ampera mengeluh tidak bisa berjualan selama empat hari pada event Event South Sumatra Millenial Road Safety Festival 2019. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kota Palembang dalam waktu dekat akan menyambut Event besar South Sumatra Millenial Road Safety Festival 2019 di Jembatan Ampera tepatnya Sabtu (9/3/2019) mendatang.

Namun begitu, event yang rencannya bakal dihadiri orang nomor 1 di Indonesia, yakni Presiden Joko Widodo dengan menghadirkan 1400 orang ini dinilai tidak berpihak kepada rakyat kecil.

Hal ini lantran mulai besok, Rabu-Sabtu (6-9/3/2019) para pedagang tidak diperbolehkan menjual dagangan mereka di wilayah sekitaran bawah Jembatan ampera, karena harus di sterilkan dari berbagai aktifitas, baik itu dagangan dan tempat parkir.

“Kami pagi tadi menerima surat edaran, memberitahukan bahwa dalam waktu 4 hari kedepan tidak boleh berjualan. Sebenarnya kami rugi tapi sebagai rakyat kecil kami bisa menerima saja,” ujar Leni salah satu pedagang pempek dikawasan pasar 16 Ilir tepatnya bawah Jembatan Ampera Palembang.

Setelah 16 Tahun Mati Suri, Akhirnya Bupati Lantik Kepengurusan BKMT Muaraenim

Sering Dilakukan Tapi tak Sadar, Ternyata Kebiasaan Setelah Makan Ini Bisa Membahayakan Tubuh

Menurut dia, persiapan Event South Sumatra Millenial Road Safety Festival 2019 tersebut, belum sepenuhnya dipertimbangkan dengan dengan matang. Ada masalah yang sepertinya luput dari perhatian pemerintah, seperti memperhatikan para pedagang kecil.

“Dalam sehari kami bisa dapat untung hanya Rp.100 ribu. Kalau 4 hari kami tidak jualan kami harus bagaiman, kami juga butuh makan dan biaya untuk anak kami sekolah. Kami bingung mau berjualan dimana," ujarnya.

Dirinya berharap, pemerintah bisa memberikan ruang atau tempat khusus bagi para pedagang menggelar lapak dagangannya, sehingga bisa membantu biaya operasional hidup sehari-hari.

Video Menyamar Jadi Mahasiswa Kawanan Curanmor Gagal Beraksi di Kampus Kawasan Bukit Besar Palembang

Lantik Pengurus PWI Sumsel 2019-2024, Herman Deru: Jangan Samakan Wartawan dengan Penggiat Medsos

“Kalaupun dipindahkan ketempat lain belum tentu bisa laku seperti di kawasan bawah Jembatan Ampera ini. Pedagang kecil seperti kami nurut saja, namanya juga rakyat kecil," jelasnya,

Senada, pedagang lainnya di kawasan tersebut, Andre mengatakan, bahwa dirinya hanya bisa pasrah dan tidak tahu mau berdagang dimana, jika dalam empat hari kedepan tidak boleh beraktifitas di wilayah bawah Jembatan Ampera ini.

“Kami berharap tetap bisa berdagang, karena ini event besar. Jadi, kemungkinan untuk laris sangat besar karena akan ramai pengunjung. Namun kami tidak tidak diperbolehkan berdagang disini, mau bagaimana lagi,” jelas dia.

Sementara, Kabid Penertiban dan Penindakan Sat PolPP Kota Palembang, HS Rendra mengatakan, berdasarkan hasil keputusan bersama, intruksinya bahwa wilayah kawasan bawah Jembatan Ampera harus strelir dari aktifitas, baik pedagang maupun parkir selama empat hari kedepan, terhitung mulai Rabu-Sabtu (6-9-3-2019).

Untuk itu, pihaknya berharap pengertian dan kerjasama dari para pedagang untuk saling mensukseskan event besar ini.

Untuk wilayah parkir telah ada kantong parkir yang disediakan, seperti Masjid Agung dan Jalan Jenderal Sudirman serta kawasan belakang Kantor Walikota Palembang.

Sementara, pedagang apabila ada masih ada ruang di dalam Pasar 16 Ilir Palembvang, silahkan menggelar lapak dagangannya disana.

“Untuk memindahkan pedagang, kita tidak memiliki lahan khusus. Untuk itu kita berharap pedagang bisa berjualan di tempat lain dan sementara jangan berjualan di kawasan bawah Jembatan Ampera karena sudah disterilkan,” ungkap HS Rendra.

“Silahkan berdagang di pasar-pasar yang lain, karena Pasar di Kota Palembang masih banyak,” ujar dia mengakhiri.(cr2)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved