Virus DBD Serang Warga Jakabaring, Hampir 22 Persen Sudah Terjangkit

Sebanyak 22,7 persen warga Jakabaring sudah terjangkit virus Demam Berdarah Dengue (DBD). Kecamatan ini merupakan kecamatan kedua, setelah Sako yang m

Virus DBD Serang Warga Jakabaring, Hampir 22 Persen Sudah Terjangkit
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Ilustrasi - Kabid Yankes Ubaidillah melakukan fogging, guna mengantisipasi nyamum demam berdarah dengue (DBD) di lingkungan Kayuagung.

SRIPOKU.COM , PALEMBANG - Sebanyak 22,7 persen warga Jakabaring sudah terjangkit virus Demam Berdarah Dengue (DBD). Kecamatan ini merupakan kecamatan kedua, setelah Sako yang merupakan penderita terbanyak.

Berita Lainnya:
Tips Berantas Demam Berdarah Dengue
Penderita Penyakit Demam Berdarah Dengue Meningkat di Kota Palembang Terbanyak di Kecamatan Sukarami

Makanya pihak kecamatan berkoordinasi dengan instansi, seperti Rumah Sakit dan Puskesmas serta para dokter melakukan gerak cepat. "Koordinasi antara dokter puskesmas dan pihak kecamatan dibantu warga agar cepat mendapat informasi dan langsung ditangani apabila ditemukan gejala DBD," ungkap Sekertaris Camat Jakabaring Palembang, Sapta Marus, Selasa (12/2).

Menurut dia, upaya lain, ialah melakukan Lintas Sektor Puskesmas. Dimana, saling berkoordinasi dengan para dokter guna menyaring informasi, sehingga terkoneksi antar pihak berwenang. Selain itu, pihaknya juga melakukan pemeriksaan jentik nyamuk, sebelum dilakukan tindakan pengasapan seperti Fogging.

Upaya Fogging, kata dia, pihaknya tidak bisa melakukan secara terus menerus, dikarenakan nyamuk tersebut menjadi imun atau kebal terhadap racun. "Kecamatan Jakabaring ini memiliki 2 Puskesmas, Pembina dan OPI, namun yang banyak terkena DBD ini diwilayah Kelurahan Silaberanti, 8 Ulu dan 9-10 Ulu, meski kita juga ada Rumah Sakit terdekat," ujarnya.

Sementara, Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Palembang, Fauzia berkata sesuai data update bulan Januari 2019, sampai saat ini masyakarat yang terkena Demam Berdarah Dengue (DBD) mencapai 150 orang, dan ada 21 orang di Bulan Februari.

Sedangkan untuk angka pasien yang terkena DBD, sesuai data masuk tahun 2019, yakni Kecamatan Sako yang terbanyak, disusul Jakabaring dan Sukarame.

"Untuk di Sako bukan dilihat dari jumlah, tetapi penyakit dilihat dari angka kejadian dan insiden rate dibagi jumlah penduduk dikali 100 ribu. Jadi per 100 ribu mencapai 29,1 persen," tuturnya.

Sesuai target dari kementerian diambang batas kasus DBD, harus dibawah 49 per 100 ribu.

"Memang dilihat dari ambang batas Kemenkes masih dibawah itu, tetapi mesti diupayakan kemandirian masyarakat terutama digalakkan setiap rumah harus bertanggung jawab untuk memantau setiap jentik nyamuk," jelasnya.

Kebanyakan wabah penyakit itu, seperti di kolam-kolam dan bak bekas sebagai tempat genangan air ketika musim hujan "Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada korban jiwa yang terkena DBD.(cr2)

===

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved