Berita Palembang

Palembang Kekurangan Pasukan Kuning, Ratusan Ton Sampah tak Terangkut

Jumlah pasukan kuning yang saat ini berjumlah sekitar 350 ini dinilai masih belum mampu mengatasi permasalahan sampah ini.

Palembang Kekurangan Pasukan Kuning, Ratusan Ton Sampah tak Terangkut
SRIPOKU.COM/DOKUMEN
Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda membersihkan tumpukan sampah di kawasan Jembatan Ampera Palembang. Foto diambil beberapa waktu lalu 

Laporan wartwan Sripoku.com, Wahyu Kurniawan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Jumlah pasukan kuning  atau petugas kebersihan yang saat ini berjumlah sekitar 350 ini dinilai masih belum mampu mengatasi permasalahan sampah ini.

Dan ternyata tenaga pasukan kuning untuk membersihkan dan mengangkut sampah masih kurang.

Maka dari itu Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Palembang berencana akan menambah pasukan kuning ini.

Petugas DLHK Kota Palembang yang dengan sigap membersihkan hamparan koran bekas yang bertebaran di area Masjid Agung Palembang, Minggu (25/6/2017).
Petugas DLHK Kota Palembang yang dengan sigap membersihkan hamparan koran bekas yang bertebaran di area Masjid Agung Palembang. (SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA)

Lahirkan Kader Berkualitas, HMI Sumbagsel Benahi Sistem Perkaderan

Sungai Macak OKU Timur Meluap, Puluhan Rumah Warga Terendam Berikut Juga Puluhan Hektar Sawah

Ketua Bawaslu OKU Timur : Selama Ini Bawaslu Dicecar, Padahal Sebenarnya Itu Tugas Sat Pol PP

Cerita Nur Khalim Guru yang Dilecehkan Siswa di Dalam Kelas, Ternyata Gaji Perbulannya Rp 450 Ribu

Sejumlah pasukan kuning yang melakukan bersih-bersih pedestrian disepanjang Jalan Jendral Sudirman Palembang, Selasa (21/3/2017).
Sejumlah pasukan kuning yang melakukan bersih-bersih pedestrian disepanjang Jalan Jendral Sudirman Palembang.

"Secara jumlah memang pasukan kuning kita ini hanya 350an dan ini jauh dari kata ideal. Ya, idealnya sekitar 600an," ujar Faizal AR, Kepala DLHK Palembang, Selasa (12/2/2019).

Ia mengatakan saat ini pasukan kuning menyebar diberbagai titik jalan-jalan protokol yang ada di kota Palembang.

"Ya, setiap hari mereka ini menyapu jalan, membersihkan taman, mengangkut sampah dan lainnya," ujarnya.

Walikota Palembang Harnojoyo didampingi Ketua DPRD Iwan Darmawan, Dandim 0418 dan mewakili Kapolresta Palembang, membawakan Piala Ke 12 Adipura menuju panggung kehormatan di acara doa dan syukuran bersama di depan rumah dinas Walikota Jalan Tasik Palembang, Selasa (15/1)2019).
Walikota Palembang Harnojoyo didampingi Ketua DPRD Iwan Darmawan, Dandim 0418 dan mewakili Kapolresta Palembang, membawakan Piala Ke 12 Adipura menuju panggung kehormatan di acara doa dan syukuran bersama di depan rumah dinas Walikota Jalan Tasik Palembang, Selasa (15/1)2019). (SRIPOKU.COM/Zaini)

Karena kekurangan tenaga kerja sampah-sampah itu masih ada yang tak terangkut karena keterbatasan SDM dan juga peralatan.

Setiap hari produksi sampah di kota Palembang mencapai 1.200 ton namun yang terangkut hanya 900an ton perhari.

Tumpukan sampah di Pasar 10 Ulu Palembang dibersihkan lantaran sudah mengeluarkan banyak Belatung.
Tumpukan sampah di Pasar 10 Ulu Palembang dibersihkan lantaran sudah mengeluarkan banyak Belatung. (SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA)

Aiptu Erwin Alias Wen Nago, Polisi Menyamar Jadi Ibu-ibu untuk Tangkap Copet di Pasar 16 Ilir

Berawal dari Sampah, Cewek Asli Palembang Ini Wakili Indonesia ke Hollywood Amerika Serikat

Cerita Porter Bandara SMB II Palembang Diterapkannya Bagasi Berbayar, Sehari Cuma Dapat Rp10 Ribu

Bawaslu Sumsel Rekrutmen Pengawas TPS, Berikut Jadwal dan Syaratnya Serta Honor yang akan Diterima

Tumpukkan sampah hingga berserakan di pinggir jalan tampak mengganggu pemandangan destinasi wisata Sungai Sekanak Palembang, Kamis (17/1/2019).
Tumpukkan sampah hingga berserakan di pinggir jalan tampak mengganggu pemandangan destinasi wisata Sungai Sekanak Palembang, Kamis (17/1/2019). (SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA)

"Semakin bertambahnya penduduk ya semakin banyak sampah yang dihasilkan. Per orang menghasilkan 0,8 ons sampah per hari," ujarnya.

Lanjutnya lagi, saat ini juga keadaan TPA Sukawinatan ini sudah overload sehingga sampah-sampah yang terangkut ini sulit lagi untuk dibuang ke TPA tersebut.

"Untuk TPA 2 di Karyajaya sedang dalam tahap pengurusan surat ijin untuk dibuka," jelasnya.

Diakuinya, memang susah mencari lahan untuk membuka TPA ini karena warga kebanyakan tidak mau kalau rumahnya dekat dengan TPA karena menurunkan nilai jual rumah tersebut.

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved