Berita Pagaralam

Belum Genap 6 Bulan Dibangun, Gorong-gorong di Jalan Talang Jawa Kota Pagaralam Sudah 2 Kali Jebol

Belum Genap 6 Bulan Dibangun, Gorong-gorong di Jalan Talang Jawa Kota Pagaralam Sudah 2 Kali Jebol

Belum Genap 6 Bulan Dibangun, Gorong-gorong di Jalan Talang Jawa Kota Pagaralam Sudah 2 Kali Jebol
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Gorong-gorong di kawasan Jalan Talang Jawa Kota Pagaralam yang kembali jebol. Padahal pembangunannya belum genap 6 bulan. Gambar diambil Kamis (31/1/2019). 

Belum Genap 6 Bulan Dibangun, Gorong-gorong di Jalan Talang Jawa Kota Pagaralam Sudah 2 Kali Jebol

Laporan eartawan Sripku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Gorong-gorong jalan yang ada di Simpang Empat Talang Jelatang tepatnya di Jalan Talang Jawa Kota Pagaralam kembali jebol.

Padahal pembangunan gorong-gorong yang diperuntukan memecah aliran air menuju Jalan Gunung tersebut belum genap 6 bulan.

Parahnya lagi berdasarkan pantauan gorong-gorong ini sudah dua kali jebol dan sempat mendapat perbaikan.

Namun setelah salah satu sisi gorong-gorong jebol kali ini di sisi lainnya kembali jebol.

Deretan Artis yang Meninggal Saat Sedang Mengandung, No Terakhir Meninggal karena Kecelakaan!

Kasus BDB di Pagaralam Meningkat, Paling Banyak di Belakang PU dan Swakarya

BREAKING NEWS : Harga Cabai di Pagaralam Anjlok, Petani Mulai Resah Takut Merugi

Informasi yang berhasil dihimpun Sripoku.com, Kamis (31/1/2019), bangunan yang dilakukan di akhir tahun 2018 ini tercatat sudah dua kali mengalami kerusakan usai dilakukan perbaikan.

Dengan kondisi ini membuat gorong-gorong yang terletak di perempatan jalan tersebut selain menghambat jalur kendaraan juga cukup membahayakan pengguna jalan.

Pasalnya jalan tersebut terletak di pusat Kota Pagaralam.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Pagaralam, H Ardiansyah membenarkan jika saat ini gorong-gorong tersebut kembali jebol.

Namun pihaknya sudah memerintahkan kepada pihak ketiga untuk segera memperbaiki gorong-gorong tersebut.

"Memang saat ini gorong-gorong ini masih dalam proses pemeliharaan. Jadi kita sudah minta pihak ketiga melakukan perbaikkan," ujarnya.

Namun jika tidak diperbaikki maka pihak Bina Marga yang akan memperbaikki dengan mengklim biaya jaminan pemeliharaan sebesar 5 persen dari jumlah anggaran.

"Sebenarnya proyek itu belum dibayar, namun meskipun demikian jika terjadi kerusakan harus diperbaikki. Pasalnya dana pemeliharaannya masih ada," tegasnya.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved