Berita Muaraenim

Kendala Bahan Baku tak Pengaruhi Target Produksi, PT TEL Bisa Capai Target 450 Ton di 2018

PT Tanjungenim Lestari (TeL) Pulp and Paper bisa bernapas lega, ditengah isu kendala pasokan bahan baku, namun ternyata tidak

Kendala Bahan Baku tak Pengaruhi Target Produksi, PT TEL Bisa Capai Target 450 Ton di 2018
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Presiden Direktur PT TeL, Koji Yamanaka 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM --- PT Tanjungenim Lestari (TEL) Pulp and Paper bisa bernapas lega, ditengah isu kendala pasokan bahan baku, namun ternyata tidak mempengaruhi target produksi bahkan bisa tercapai yakni sekitar 450 ribu ton pertahun pada tahun 2018.

"Produksi PT TEL tahun 2018 tercapai 450 ribu ton, sesuai dengan target," ujar Presiden Direktur PT TeL Koji Yamanaka, Minggu (20/1/2019).

Menurut Koji, bahwa kapasitas maksimal yang bisa dihasilkan oleh mesin produksi PT TEL adalah 500 ribu ton per tahun, sehingga bisa mencapai 450 ribu ton pertahun itu sudah merupakan prestasi yang luar biasa.

Waspada Disusupi Orang Luar, Pemilik Toko Sudirman Bakal Demo Walikota Pakai Tanda Khusus

Tak Hanya Macet, Jalan Berlubang & Lampu Jalan Mati Bahayakan Pengendara di Jalan Palembang-Betung

Berantas Informasi Hoax, Kapolres Lahat Minta Jangan Mudah Kasih Jempol, Sama Dengan Mengakui

Meski demikian, setiap tahun pihaknya rutin melakukan shutdown mesin untuk maintenance, dan berharap produksi bisa meningkat minimal sama dengan tahun yang lalu.

"Kita berharap tahun ini bisa melebihi target," lanjutnya.

Mengenai masalah bahan baku, Koji, mengatakan hingga sampai saat ini, masih bisa dipenuhi oleh dari sister company kita yakni PT Musi Hutan Persada (MHP), juga pasokan kayu dari luar pulau Sumatera seperti pulau Kalimantan.

Vizha Cari Istri Wong Palembang

Kepegok Mucuri Motor, Dua Sahabat Ini Babak Belur Dihajar Massa hingga Diserahkan ke Petugas

Kisah Perut Bayi 4 Bulan Pecah Seusai Disuapi Nasi Utuh oleh Ibunya, Kejam Ternyata Ini Sebabnya

Dan diakuinya proses produksi pulp tidaklah mudah dan membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Kadang-kadang kita juga terpaksa melakukan stop atau break untuk maintenance, itu yang kadang menghambat produksi.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved