Terancam Tertunda Berangkat, Jemaah Umroh Sulit Rekam Biometrik

Jemaah dan travel umroh disibukkan mengurus proses rekam biometrik sebagai salah satu syarat untuk bisa berangkat ibadah umroh ke Tanah Suci. Namun

Terancam Tertunda Berangkat, Jemaah Umroh Sulit Rekam Biometrik
SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH
CJH kloter pertama Embarkasi Palembang melakukan perekaman biometrik, Selasa (17/7/2018) 

SRIPOKU.COM , PALEMBANG - Jemaah dan travel umroh disibukkan mengurus proses rekam biometrik sebagai salah satu syarat untuk bisa berangkat ibadah umroh ke Tanah Suci. Namun mulai 17 Desember 2018 jemaah tak bisa langsung mengakses situs visa facilitation service (VFS) www.vfstasheel.com karena harus melalui provider yang mendapatkan lisensi langsung dari Kedutaan Besar Arab Saudi.

Berita Lainnya:
Rekam Biometrik di Arab Saudi Jemaah Antre Hingga 6 Jam di Asrama Haji Hanya 5 Menit 
Pendataan Data Biometrik Pensiunan Taspen Wilayah Sumsel di Oktober 2018

Seorang pegawai salah satu travel umroh saat ditemui di pos perekaman biometrik di Plaju, Jumat (21/12), mengungkapkan, travel umroh belum siap dengan kebijakan biometrik. Sementara untuk mengakses situs www.vfstasheel.com kian diperketat. Sebelumnya, jemaah bisa langsung mengakses situs tersebut, namun saat ini harus langsung provider mengakses web tersebut.

"Kalau diterapkan sekarang, travel belum siap. Oleh karena itu belum tepat diterapkan sekarang," kata petugas travel tersebut. Jemaah umroh asal Sumsel yang bakal menunaikan berangkat, harus melakukan perekaman biometrik. Aturan itu menyebabkan calon jemaah yang ada di kabupaten/kota harus datang langsung ke Palembang.

Biometrik adalah metode untuk mengenali seseorang, berdasarkan ciri ciri fisik, karakter, dan perilakunya secara otomatis. engenalan karakter ini melalui retina, sidik jari, polan wajah dan sebagainya. Perekaman biometrik dilakukan untuk mempermudah jemaah saat mendatangi tanah suci.

Sebelum rekam biometrik calon jemaah umroh harus terlebih dahulu membuat janji melalui www.vfstasheel.com. Setelah janji dibuat, dan sudah mendapatkan jadwal, maka jemaah baru mendatangi lokasi perekaman, untuk di Palembang berada di Kantor Pos Plaju.

Menurut petugas travel tersebut, tidak semua travel memiliki provider. Sehingga harus lebih dahulu melaporkan ke travel-travel yang ada di pusat yang sudah memiliki provider.

"Kalau kami tak ada provider sehingga kami tak bisa akses ke situsnya, dan tak bisa membuat janjian jemaah kami," tambahnya saat dijumpai di fasilitas perekaman biometrik di Plaju.

Ia mengatakan, jemaah yang datang melakukan perekaman biometrik di fisilitas rekam biometri hari ini adalah jemaah yang masih bisa mengakses situs itu sendiri. Sehinggah masih ada jemaah yang bisa melakukan perekaman biometrik.

Secara terpisah, Idris, seorang calon jemaah umroh mengatakan, proses perekaman biometrik sendiri sebetulnya tak terlalu lama, hanya sekitar lima menit. Namun sebelum perekaman, ia terlebih dahulu membuat janji disitus sekitar satu pekan lalu.

"Saya daftar sendiri disitus, pekan lalu masih bisa (daftar sendiri, red). Tapi sekarang, kabarnya tak bisa lagi mengakses situs," kata dia.

Menurut Idris, setelah melakukan perekaman biometrik maka visanya sudah berada di imigrasi di Arab Saudi. Sehingga saat berada di bandara, jemaah tidak terlalu menunggu di sana dan bisa langsung ke penginapan.

Sementara itu, seorang calon jemaah umroh lainnya, Ardi sejak pagi hingga siang tak bisa mengakses situs www.vfstasheel.com. Situs tak bisa diklik ketika akan mau masuk. Karena selalu gagal ia memutuskan untuk mendatangi kantor pos Plaju lokasi jemaah melakukan perekaman biometrik.

"Kalau teman di Makassar masih bisa jemaahnya akses Langsung, kalau di Palembang sudah tidak bisa lagi," kata dia.

Ardi mengatakan, ia akan berangkat umroh pada Januari mendatang. Namun karena belum bisa mengakses situs, ia berkoordinasi dengan travel yang akan memberangkatkan dirinya dan keluarga. "Belum tahu, mau koordinasi dulu sama travel," kata dia. (axl)

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved