Jika 2 Tahun Nunggak Pajak Data Ranmor Dihapus, Diterapkan Januari 2019

STNK yang dibiarkan mati dan tidak diperpanjang selama dua tahun, motor atau mobilnya bakal dihapus dari daftar registrasi dan identifikasi (Regident)

Jika 2 Tahun Nunggak Pajak Data Ranmor Dihapus, Diterapkan Januari 2019
Sepulsa
Ilustrasi - Perpanjang STNK. 

SRIPOKU.COM , PALEMBANG - STNK yang dibiarkan mati dan tidak diperpanjang selama dua tahun, motor atau mobilnya bakal dihapus dari daftar registrasi dan identifikasi (Regident) kendaraan bermotor (ranmor). Hal itu sesuai dengan ketentuan Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009.

Berita Lainnya:
Mau Tahu Info Pajak kendaraan Bermotor, Masukkan Nopol di Aplikasi E-dempo
Optimalkan Penerimaan Pajak Kendaraan Perusahaan, Bappeda Sumsel Lakukan Hal Ini

Masyarakat wajib pajak kendaraan bermotor mengaku gelisah mendengar kabar bakal diberlakukannya penghapusan data regindent kendaraan yang menunggak pajak selama dua tahun Per Januari 2019.

Akibat kabar ini tidak sedikit pemilik kendaraan yang telah lama menunggak pajaknya berduyun-duyun datang ke Samsat. "Iya Pak memang sebenernyo lah lamo nak bayar pajak ke Samsat ini. Cuma lah berapo tahun ini nungguke pemutihan pajak dak katek. Makonyo pas denger kabar Per Januari 2019 bakal dihapus kito takut," kata Lisa salah seorang wajib pajak, Kamis (13/12).

Hal senada juga dikatakan Dedi yang mengaku gelisah mendengar kabar bakal adanya penghapusan data base bagi yang menunggak pajak selama dua tahun. "Kito masih sayang mobilnyo gek dikatoke bodong susah nak jualnyo pulo gek kalo memang itu dihapus dari data Samsat," ujar Dedi.

Menanggapi hal ini Kepala Samsat UPTB Palembang 1, Alkala Zamora SE MM mengatakan pihaknya dari Samsat belum tahu persis sejauh mana kebenarannya.

"Karena sampai saat ini belum ada petunjuk terutama dari kami Bapenda dan mengenai penghapusan data regindent kendaraan mungkin lebih tepatnya dapat ditanyakan ke Ditlantas karena itu domain polisi untuk menjawabnya," ungkap Alkala.

Namun secara tidak langsung dengan adanya informasi ini, Alkala mengakui adanya sedikit peningkatan wajib pajak yang datang untuk mengurus kewajibannya ke Samsat Palembang 1 meski tidak terlalu signifikan.

Sementara itu Alkala juga menyampaikan mengenai pemutihan pajak kendaraan bermotor khususnya di Sumatera Selatan, pihaknya masih menunggu petunjuk dari Bapenda Sumsel.

"Sehubungan dengan maraknya informasi yang menyampaikan adanya pemutihan pajak kendaraan bermotor, perlu kami informasikan khusus untuk Samsat di Provinsi Sumsel belum melaksanakan pemutihan dan kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Bapenda Provinsi Sumsel sebagai induk OPD (Organisasi Perangkat Daerah) kami," kata Alkala.

Halaman
12
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved