Berita Muaraenim

Nurjanah Mencari Keadilan Setelah Di-PHK dari Tempatnya Bekerja di Apotik

Nurjanah kecewa terhadap manajemen PT Rumah Sakit Trijaya Samporna Global yang terkesan tidak menghargai kinerjanya selama ini.

Nurjanah Mencari Keadilan Setelah Di-PHK dari Tempatnya Bekerja di Apotik
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Karyawan Apotik Trijaya melihatkan berkas-berkas laporannya ke Disnaker terkait dugaan PHK sepihak dan pemberian pesangon yang tidak sesuai oleh manajemen PT Rumah Sakit Trijaya Samporna Global. 

Laporan wartawan sripoku,com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM---Mantan karyawan Apotik Trijaya Nurjanah (43) mengeluhkan pihak manajemen Apotik Trijaya dibawah naungan PT Rumah Sakit Trijaya Samporna Global.

Pasalnya dirinya di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dan hanya diberikan pesangon seadanya.

Menurut Nurjanah kepada Sriwijaya Post, Selasa (11/12/2018) dirinya sangat kecewa terhadap jajaran manajemen PT Rumah Sakit Trijaya Samporna Global yang terkesan tidak menghargai kinerjanya selama ini.

Padahal dirinya telah bekerja di perusahaan tersebut sekitar 12 tahun, tepatnya sejak tahun 2006. Dan pada saat keluar dari perusahaan tersebut, ia tidak diberi pesangon sesuai dengan haknya sebagai karyawan pada umumnya, padahal dirinya sudah belasan tahun mengabdi di perusahaan tersebut.

Dikatannya, dugaan PHK sepihak tersebut terjadi pada 18 September 2018 yang lalu. Permasalahannya muncul ketika dirinya membuka usaha Apotik sendiri.

Mendengar hal tersebut, owner Apotik Trijaya yakni dokter Ingguan Novantri memanggilnya dan memberikan dua pilihan kepadanya untuk tetap buka pilihan tetapi dirinya harus berhenti bekerja di perusahaan miliknya, atau menutup apotik miliknya dengan cara Apotik tersebut dibeli olehnya dan ia tetap bekerja dengan dia.

Alan Hendrique Terpaksa Tinggalkan Nasi Goreng Kuliner Indonesia Pasca Sriwijaya FC Degradasi

14 Objek Wisata Ini Jadi Destinasi Wisata Andalan di Kota Palembang

Polres Musirawas Musnahkan Narkoba Jenis Sabu-sabu Senilai Rp 315 Juta

Karena pilihan tersebut tidak ada yang baik buatnya, akhirnya dirinya disuruh untuk menanda tangani surat pengunduran diri dari perusahaan tersebut, namun ia tolak.

"Saya kira tidak ada yang salah, saya ingin berkembang, karena saya berpikir tidak selamanya saya harus bekerja dengan orang. Dan saya bekerja tetap profesional," ujarnya.

Masih dikatakan Nurjanah, setelah dirinya di-PHK sepihak, pihak perusahaan awalnya hanya memberikan pesangon hanya Rp 2 juta, namun ia tolak karena tidak sesuai peraturan yang berlaku.

Halaman
12
Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved