Berita Palembang

Hari Anti Korupsi Sedunia, Tipikor di Sumsel Menurun. Pengamat: Tak bisa jadi Acuan Bebas Korupsi

Menyambut hari anti korupsi sedunia yang jatuh pada 9 Desember besok, kondisi perkara kasus korupsi di wilayah Sumatera Selatan

Hari Anti Korupsi Sedunia, Tipikor di Sumsel Menurun. Pengamat: Tak bisa jadi Acuan Bebas Korupsi
net/google
Ilustrasi 

Laporann wartawan Sripoku.com Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Menyambut hari anti korupsi sedunia yang jatuh pada 9 Desember besok, kondisi perkara kasus korupsi di wilayah Sumatera Selatan tahun 2018 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya 2017.

Hal ini berdasarkan data dari Pengadilan Negeri Kelas 1A, Wilayah Sumatera Selatan, mengenai perkara tindak pidana korupsi per 6 Desember 2018, Jumat (7/12).

Untuk 2018 sendiri tercatat perkara tipikor yang masuk ke Pengadilan Negeri sebanyak 21 kasus dengan incrach (keputusan tetap) sebanyak 14 perkara yang menyisakan 7 perkara yang masih diproses.

Belum Sempat Jual Motor Hasil Curian, Siswandi Keburu Diamankan  

HD: Kalau Gas Masuk Banyak Investor ke TAA, Menteri BUMN Restui PT Pusri Pindah ke TAA

Ingin Minta Pertanggungjawaban, Wanita Ini Malah Disabet Pakai Pisau Oleh Terlapor

Padahal di tahun sebelumnya 2017, kasus tipikor menyentuh angka 66 kasus dengan keputusan tetap sebanyak 65 perkara.

Pengamat Politik, Drs H Joko Siswanto MSi mengungkapkan kondisi tersebut tidak dapat menjadi acuan bahwa kasus korupsi berkuramg secara signifikan.

Menurutnya, dari data yang ada justru harus dilihat lebih jeli bahwa kasus korupsi masih terus terjadi.

Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya: Semua Harus Bersinergi Cegah Korupsi

Safari Jumat di Masjid Al Mathoor Bandara, Herman Deru Himbau Masyarakat Manfaatkan LRT

Kalah Bersaing dengan Damri, Sopir Travel Curhat Sulit Cari Penumpang

"Itu kan datanya memang menurun tapi apakah dapat dikatakan kasus berkurang. Tentu Itukan yang tertangkap, yang belum ditangkap juga masih ada," ujarnya saat dihubungi Sripo.

Secara umum upaya pemberantasan korupsi saat ini sudah baik namun, dari sisi hasil belum menunjukan perubahan.

Sehingga perlu upaya untuk melakukan perubahan diberbagai sektor.

Peringatan Hari Ikan Nasional: Snack Ikan Bandeng TP PKK Sumsel Juara 3 Nasional

Kalah Bersaing dengan Damri, Sopir Travel Curhat Sulit Cari Penumpang

Petugas Pera-KP Kota Palembang Bertindak Sigap Bersihkan Pohon Tumbang di Jalan Pimpong

"Saat ini kasus korupsi kesannya hanya KPK yang bekerja sendiri melakukan penangkapan dan investigasi. Seharusnya, institusi hukum lainnya dapat bersinergi, melakukan pelacakan dan investigasi menyeuruh," jelasnya.

Kultur masyarakat kita yang masih menganggap sikap koruptif sebagai hal yang biasa pun harus dirubah. Terutama, soal sistem birokrasi selama ini yang memberi celah kepada tindakan korupsi.

"Sebenarnya setiap pejabat baik eksekutif ataupun legislatif yamg dilantik oleh Menteri Dalam Negeri selalu diajak ke KPK untuk diajak bekerjasama memutus rantai tindakan koruptif, tetapi masih ada saja yang tertangkap."

Ibu Rumah Tangga Tangkis Sabetan Pedang Pelajar

Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya: Semua Harus Bersinergi Cegah Korupsi

Herman Deru Prioritaskan Perbaikan Angka Kemiskinan dan IPM Sumsel

"Makanya yang harus diperhatikan sejak saat ini bukan lagi menyasar pada pencegahan tetapi ke perubahan sistem birokrasi agar tidak menimbukan celah untuk bermain. Lalu mental yang menganggap korupsi hal biasa, apa-apa bisa diurus dengan uang juga harus dirubah," jelasnya.

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved