Berita Palembang

Kalah Bersaing dengan Damri, Sopir Travel Curhat Sulit Cari Penumpang

"Kami berangkat kalau muatannya penuh bisa 7 penumpang dengan ongkos Rp 30 ribu, namun semenjak ada angkutan Damri, kami jadi kesulitan mencari

Kalah Bersaing dengan Damri, Sopir Travel Curhat Sulit Cari Penumpang
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Travel dan loket bus yang sepi penumpang pasca Damri beroperasi. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Bus Damri saat ini menjadi salah satu angkutan primado para penumpang, tidak hanya nyaman harga yang ditawarkan juga murah.

Terlebih saat ini Damri membuka trayek-trayek lain di Sumsel, seperti di Muba, Kayuagung dan Pali.

Meskipun kehadiran bus Damri ini memberikan manfaat lebih kepada masyarakat, namun kehadirannya mampu membuat sopir travel ini kehilangan penumpang.

Hal ini diakui oleh beberapa travel yang memiliki trayek yang sama dengan Damri.

Peringatan Hari Ikan Nasional: Snack Ikan Bandeng TP PKK Sumsel Juara 3 Nasional

Herman Deru Prioritaskan Perbaikan Angka Kemiskinan dan IPM Sumsel

Petugas Pera-KP Kota Palembang Bertindak Sigap Bersihkan Pohon Tumbang di Jalan Pimpong

Para sopir mengakui adanya penurunan pendapatan yang cukup signifikan dengan kehadiran Damri.

"Kami berangkat kalau muatannya penuh, untuk travel mini bus muatannya 7 penumpang dengan ongkos Rp 30 ribu, namun semenjak ada Damri, kami jadi kesulitan mencari penumpang dan efeknya untuk memenuhi kebutuhan hidup jadi berkurang," ungkap Jojon Sopir Travel Palembang-Kayuagung yang biasa beroperasi dibawah Jembatan Ampera Palembang, Jumat (7/12/2018).

Ia mengatakan, meskipun menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru, lonjakan penumpang belum dirasakan.

Kabar Baik, Pengidap Kanker Payudara dan Paru-Paru Tak Perlu Lakukan Kemoterapi Untuk Bertahan Hidup

Ternyata Bocah Bintang Iklan Margarin Tahun 1987an Ini Aktor Top, Kini Mantap Berhijrah Bareng Istri

Ini Sosok Korban Pembunuhan Sadis di Prabumulih yang Ditembak di Kepala oleh Oknum TNI

Belum lagi, biaya operasional yang semakin meningkat seperti pengisisan BBM serta biaya sewa kendaraan.

"Sebelum Damri beroperasi kita sopir travel biasanya Pulang Pergi (PP) itu 2-3 kali sehari, sekarang satu kali keberangkatan pun susah."

"Ongkos Rp 30 per orang, kalau full 7 penumpang bisa Rp 210 bisa PP 2 kali, untuk minyak bisa Rp 100 sedangkan sewa mobil Rp 150 ribu. Jadi kami kadang tidak bawa apa-apa pulang ke rumah. Kerugiannya lebih dari 60 persen," jelasnya.

INGAT! Salah Cara Memotong Buah Dapat Menghilangkan Kandungan gizinya, Begini Cara Yang Benar

Begini Penampakan Rumah Ruben Onsu yang Disebut Berhantu, Ada Benda Tak Biasa Ini di Kamar Mandinya

Begini Penampakan Rumah Ruben Onsu yang Disebut Berhantu, Ada Benda Tak Biasa Ini di Kamar Mandinya

Senada, H Sarkowi loket Bus Marlin menuturkan, menjelang masa liburan, pihaknya belum mengalami kelonjakan jumlah penumpang.

Dimana kelonjakan jumlah penumpang, kata dia, hanya terjadi pada hari-hari besar, seperti sebelum dan sesudah hari raya.

"Belum terasa kelonjakan jumlah penumpang, bahkan yang memesan pun belum terlihat. Mencari penumpang di perjalan juga sulit lantaran masyarakat lebih memilih transportasi seperti Damri," jelasnya.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved