Berita OKU Timur

Petani Jagung OKUT Sumringah, Harga Jagung Meroket Hingga Rp 4 Ribu per Kilogram

Kenaikan harga jagung saat ini sekitar Rp. 1.500 - 2.000 per kilogram. Sebelumnya harga jagung berkisar antara Rp. 2.000 - Rp. 2.500 per kilogram.

Petani Jagung OKUT Sumringah, Harga Jagung Meroket Hingga Rp 4 Ribu per Kilogram
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Sejumlah petani saat melakukan pemanenan jagung. Harga jagung naik cukup signifikan sehingga petani bersukaria. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA -- Harga jagung di tingkat petani mengalami kenaikan sejak beberapa minggu terakhir.

Kenaikan harga tersebut tentu saja membuat petani berbahagia.

Bahkan sebagian petani yang belum melakukan pemanenan tidak sabar menunggu panen khawatir terjadi penurunan harga.

Hasil Pengumuman Tes CPNS di Keluhkan Masyarakat, BKD Banyuasin Beri Klarifikasi

Gelandang Muda Sriwijaya FC Hambali Thalib Mulai Jadi Andalan Pelatih Alfredo Vera

BERITA FOTO : Penampakan Bagian Ujung Proyek Musi VI

Polsek Lawang Kidul Amankan Puluhan Miras

Yamaha FREEGO Mengaspal di Palembang, Tangki Pengisian BBM di Dashboard Depan

Yamaha FREEGO Mengaspal di Palembang, Tangki Pengisian BBM di Dashboard Depan

Kenaikan harga jagung saat ini sekitar Rp. 1.500 - 2.000 per kilogram. Sebelumnya harga jagung berkisar antara Rp. 2.000 - Rp. 2.500 per kilogram.

Namun sejak beberapa minggu terakhir harga jagung mengalami kenaikan menjadi Rp. 4.000 per kilogram.

Kenaikan harga yang cukup signifikan tersebut tentu saja membuat petani merasa senang bahkan sejumlah petani yang memiliki simpanan jagung langsung menjual jagungnya ke tengkulak.

"Harganya cukup tinggi. Kenaikan harga jagung ini disebabkan karena sejumlah wilayah yang ada di OKU Timur belum melakukan pemanenan dan baru sebagian wilayah saja yang melakukan pemanenan jagung," ungkap Adi Petani jagung asal Kecamatan Semendawai Suku III Minggu (2/12/2018).

Polsek Lawang Kidul Amankan Puluhan Miras

Dipepet Korbannya, Aksi penjambret di Kalidoni Keok

Yamaha FREEGO Mengaspal di Palembang, Tangki Pengisian BBM di Dashboard Depan

Jadwal Berangkat dan Harga Tiket Jetfoil di Pelabuhan Boom Baru Palembang

Menurut Adi, modal yang dikeluarkan untuk menanam setengah hektare lahan sebesar Rp. 600 Ribu dengan kebutuhan untuk membeli bibit dan juga pupuk. Dengan modal yang sedikit tersebut kata dia, dirinya bisa mendapat keuntungan jutaan rupiah.

"Karena lahannya tidak dibajak. Saya menanam di lahan sawah ketika musim kemarau tiba. Jadi modal untuk membajak tidak terlalu besar. Namun jika terlebih dahulu dibajak. Kemungkinan modalnya juga akan lebih besar," katanya.

Mulai Hari Ini Satu Penumpang LRT Wajib Punya Satu KUE. Penumpang: KUE Bikin Ribet Naik LRT

SEDANG BERLANGSUNG, Link Live Streaming Indosiar Pertandingan PS TIRA (PSTNI) vs Arema FC

Keluarga Vicky Prasetyo Menangis, Angel Lelga Tak Kuasa, Bongkar Ancaman yang Dialaminya ‘Haram

Berita Palembang: Tarif Pelajar Rp5 Ribu, Bus Trans Musi dan LRT Terapkan Tiket Terusan

Menurut Adi, ide menanam jagung dilahan persawahan tersebut muncul ketika musim kemarau tiba dan lahan tidak bisa digarap untuk menanam padi karena kekurangan air. Namun jika digunakan untuk menanam jagung atau kacang-kacangan kadar air yang ada sangat cukup sehingga dirinya memutuskan untuk menanam jagung.

"Selain itu jika lahan dilakukan penggarapan secara bergantian, maka unsur hara tanah sawah ada juga akan semakin bagus. Sehingga ketika ditanam padi hasilnya juga akan lebih maksimal," katanya.

Penulis: Evan Hendra
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved