Berita Ogan Komering Ilir

Truk Batu Bara Tak Lagi Lewati Jalan Umum, Warga OKU Senang & Tak Was-was Lagi

Kondisi jalan raya di sepanjang Jalan Lintas Sumatera di wilayah Kabupaten OKU seharian ini terlihat lengang tanpa pemandangan

Truk Batu Bara Tak Lagi Lewati Jalan Umum, Warga OKU Senang & Tak Was-was Lagi
SRIPOKU.COM/LENI JUWITA
Jalanan sepi dari truk angkutan batu bara 

Laporan wartawan Sripoku.com, Leni Juwita

SRIPOKU.COM.BATURAJA --- Kondisi jalan raya di sepanjang Jalan Lintas Sumatera di wilayah Kabupaten OKU seharian ini terlihat lengang tanpa pemandangan konvoi truk angkutan batubara.

Kondisi ini membuat warga dan pengendara jalan merasa senang dan nyaman.

“Alhamdulillah pak Gubernur Sumsel H Herman Deru menepati janji politiknya, salah satunya akan menyetop angkutan batu bara yang tiap hari memadati jalan raya,” terang salah seorang warga Kecamatan Semidangaji Kabupaten OKU

Baca: Hasil Pertandingan Madura United Vs Bhayangkara FC, Paulo Sergio Sukses Bikin Tuan Rumah Gigit Jari

Dirinya menambahkan kondisi seperti ini memang sudah lama diimpikan warga.

Sebab konvoi angkutan batu bara yang selama ini memadati jalan raya menjadi momok yang menakutkan bagi warga.

Tidak terhtiung lagi berapa jumlah kroban jiwa khususnya anak-anak yang tewas terlindas truk angkutan batu bara yang mengemudikan kendaraan dengan ugal-ugalan.

Baca: LRT Bakal Dikomersilkan, Bisa Pasang Iklan Hingga Buka Tenan

Belum lagi banyak rumah warga yang di pinggir jalan yang sering ditabrak oleh truck angkutan batu bara.

Pendapat senada juga disampaikan Edi (54), menurut warga Kota Baturaja ini keputusan Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru mencabut Pergub Sumsel No 23 Tahun 2012 Tentang Tata Cara Pengangkutan batubara menggunakan jalan umum itu patut mendapat acungan jempol dan harus didukung.

Sebab  sebagai pengendara sangat merasakan sulitnya berlalu lintas dijalan raya apabila sudah bertemu degan konvoi angkutan truk batubara.

Baca: Link Live Streaming Piala AFF 2018 Indonesia vs Singapura, Bisa Nonton dari HP

“Konvoinya panjang dan tidak mau memberi jalan kepada ppengendara lain untuk memotong konvoi,” kata wiraswasta  ini seraya menambahkan akibatnya pegendara lain dirugikan apalagi kalau sedang buru-buru.

DR Hamzah  Bustomi warga Desa Singapura Kecamatan Semidangaji Kabupaten OKU yang sering melewati jalur Lintas Sumatera mengaku sangat mendukung keputusan gubernur, namun harus dipikirkan solusi untuk sopir angkutan yang akan kehilangan penghasilan dan perlu disiapkan jalan khusus angkutan batubara.

Baca: Timnas Singapura Vs Indonesia, ini Susunan Pemain Kedua Tim, Siaran Langsung RCTI Pukul 19.00 WIB

Pendapat yang sama juga dikatakan Zulfadeli, yang mengatakan selain sering mengakibatkan korban jiwa, juga sangat berpotensi merusak jalan.

Infra setruktur yang sudah dibangun pemerintah menjadi cepat hancur gara-gara dilewati truck batu bara yang  melebih tonase.

Menurut tokoh pemuda  yang juga peduli lingkungan ini, seharusnya truck batu bara memiliki jalan khusus sehingga tidak merugikan pengguna jalan lainnya yang memang berhak melintas di jalan tersebut.

Penulis: Leni Juwita
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved