Berita Palembang

LRT Bakal Dikomersilkan, Bisa Pasang Iklan Hingga Buka Tenan

Tak hanya menjadi moda transportasi massal kekinian, Light Rail Transit (LRT) atau kereta ringan ke depan juga bakal dikomersilkan

LRT Bakal Dikomersilkan, Bisa Pasang Iklan Hingga Buka Tenan
Ist
Lrt 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Tak hanya menjadi moda transportasi massal kekinian, Light Rail Transit (LRT) atau kereta ringan ke depan juga bakal dikomersilkan demi mendapatkan dana segar untuk pengelolaan si ular besi.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) LRT, Suranto mengungkapkan guna meningkatakan pendapatan dari LRT kedepan pihaknya berencana akan dibuat membuat badan khusus pengelola LRT.

Baca: Palembang Market Holiday, Tidak Hanya Sediakan Paket Tour Tapi Juga Produk Pelengkap Liburan

Badan pengelola LRT itu nantinya akan akan bertugas untuk mengelola si ular besi dalam hal pemasang iklan, banner dan advertising lainnya.

"Badan ini nantinya akan mengelola tiang-tiang bisa dipasang iklan, promosi dan lain-lain. Kalau di dalam stasiun juga bisa dipasang tenan bagi merchant yang berminat," ungkapnya, Jumat (9/11/2018).

Baca: Timnas Singapura Vs Indonesia, ini Susunan Pemain Kedua Tim, Siaran Langsung RCTI Pukul 19.00 WIB

Menurutnya, dengan dikomersilkannya LRT maka dapat mendatangkan pemasukan yang tujuannya untuk menunjang biaya operasional. Hal ini perlu dilakukan lantaran operasional LRT tidak dapat selalu bergantung dengan subsidi dari pemerintah. Mengingat untuk biaya listrik saja dalam satu bulan membutuhkan dana Rp 7 Miliar - 9 Miliar.

"Sekarang kan masih disubsidi perintis. Tetapi tidak tahu di tahun-tahun mendatang, dengan adanya badan pengelolaan ini setidaknya bisa memberi masukan pendapatan," jelas Suranto.

Baca: Jelang Pertandingan Indonesia vs SIngapura di Piala AFF 2018, Ini Senjata Andalan Sang Garuda

Terkait progres LRT, Suranto mengaku saat ini sudah mencapai 98.76 persen. Pembangunannya sendiri ditargetkan akan selesai bulan April 2019. Untuk itu akan ada perpanjangan waktu pengerjaan.

"Beberapa hal yang masih dalam pengerjaan seperti pembangunan Depo dan beberapa stasiun LRT yang baru memiliki satu akses seperti di Stasiun Korem, Dishub, Punti kayu dan Asram Haji," bebernya.

Baca: Merasa Ditipu Karena Buah Keranji Tak Kunjung Datang Setelah TraNsfer Uang, Wanita Ini Lapor Polisi

Sementara itu Deputy Insfrastruktur Pengembangan Wilayah Menko Perekonomian, Wahyu Utomo menambahkan, bahwa LRT perlu adanya intermoda sehingga masyarakat tidak perlu menggunakan kendaraan pribadi, tapi juga bisa pakai angkutan umum untuk menuju stasiun-stasiun LRT

"Tentunya harus didukung dengan intermoda yang memudahkan masyarakat untuk bisa naik LRT, dari rumah menggunakan kendara umum menuju ke stasiun LRT," tegasnya.

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved