Bahaya Jempol dalam Medsos, 'Jempolmu Buayamu'

Bila kata pribahasa "mulutmu adalah harimaumu", mungkin tidak salah jika disebut "jempolmu adalah buayamu". Mengapa buaya?

Bahaya Jempol dalam Medsos, 'Jempolmu Buayamu'
ist
H. John Supriyanto, MA 

"Jempolmu Buayamu"
Oleh : H. John Supriyanto, MA

Penulis adalah Dosen Ilmu Al Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah dan Sekolah Tinggi Ilmu Al Qur'an Palembang Yayasan Al-Lathifiyyah

Hati hati dengan jempolmu, sebab bisa jadi ia lebih bahaya dari mulutmu.

Bila kata pribahasa "mulutmu adalah harimaumu", mungkin tidak salah jika disebut "jempolmu adalah buayamu". Mengapa buaya?

Ilustrasi/Ilustrasi memainkan jempol pada gadget
Ilustrasi/Ilustrasi memainkan jempol pada gadget (SHUTTERSTOCK)

Sebab buaya tak memiliki lidah dan memangsa tanpa suara.

Buaya sangat berbahaya justru karena diamnya.

Tapi sekali menyergap, jarang ada yang bisa bebas dari keganasannya.

Latah dengan jempol, berarti meremehkan keganasan buaya.

Lalai sedikit saja, ia justru akan balik menyerang sang empunya.

Di tengah kemajuan teknologi komunikasi saat ini, pengaruh jempol menjadi sangat luar biasa.

Halaman
1234
Penulis: Salman Rasyidin
Editor: Salman Rasyidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved