Berita Palembang

Berita Palembang: Tanahnya Diserobot, Anggota TNI AD Ini Melapor ke Polda Sumsel

Merasa lahan miliknya yang telah ditumbuhi kebun karet diserobot orang, Peltu Budi Hartoni, anggota TNI AD ini Sriwijaya.

Berita Palembang: Tanahnya Diserobot, Anggota TNI AD Ini Melapor ke Polda Sumsel
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Peltu Budi usai melapor ke POlda Sumsel terkait penyerobotan tanah. 

Laporan wartawan sripoku.com, Welly Hadinata

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Merasa lahan miliknya yang telah ditumbuhi kebun karet diserobot orang, Peltu Budi Hartoni, anggota TNI AD dari satuan Bekangdam II Sriwijaya Tebek Lahat, mendatangi SPKT Mapolda Sumsel.

Kepada petugas SPKT, Peltu Budi Hartoni melaporkan bahwa lahan miliknya seluas 50 hektar tiba-tiba diserobot orang lain. Peltu Budi pun memutuskan untuk menempuh jalur hukum.

Dalam laporannya, Peltu Budi melaporkan sejumlah orang yang telah menyerobot tanah miliknya yang dibeli sejak tahun 2014 lalu.

"Saya melaporkan Kades Lingga Tanjung Enin Herson, anak kades Opan Pratama, Manager Pertanahan PT BA Robert, Asisten manager Pertanahan PT BA Aswan Zuri, Bagian Hukum Pertanahan PT BA Normansyah, Bagian Pengukuran Tanah Marzuki sebagai supervisor dan Leader pengukuran tanah Sirwani ke Polda Sumsel. Saya berharap, agar keadilan bisa ditegakan," ujarnya saat ditemui di Mapolda Sumsel, Selasa (9/10/2018).

Baca: Berita Pagaralam: Kekeringan Melanda Objek Wisata Air Terjun di Kota Pagaralam

Dikatakan Peltu Budi, tanah yang dimilikinya mempunyai legalitas yakni surat kepemilikan yang sah. Bahkan orang yang menyerobot lahannya, tidak bisa menunjukan surat legalitasnya.

"Yang jelas saya dirugikan sekali. Saya memiliki surat SPH yang telah ditingkatkan. Bahkan telah diakui pihak kecamatan dan kantor pertanahan. Saya sudah mendatangi pihak PTBA, tetapi tidak ada jawaban yang jelas. Bahkan saya ditantang untuk melapor ke polisi, maka itu saya melapor ke Polda Sumsel," ujarnya.

Dijelaskan Peltu Budi, tanah yang dibelinya bersama temannya dengan mantan Kades Tanjung Raja Darmawi seluas 20 hektare di wilayah Ayek Abang Bamko Barat dan membeli tanah dengan Cek Nani seluas 30 hektare di Ayek Petai Bamko Barat inilah yang diserobot.

Penyerobotan terhadap tanah miliknya bersama temannya, diduga ada permainan antara Kades Lingga Herson dan oknum-oknum badan pertanahan PT BA. Karena, menurutnya bila tidak ada permainan maka penyerobotan tanah miliknya tidak akan terjadi.

Baca: Berita Palembang: Kelabui Polisi Razia, Juni Simpan Ganja dalam Mulut

Karena terjadi penyerobotan, ia berupaya untuk menyelesaikannya dengan cara musyawarah. Upaya musyawarah dan upaya mengkonfirmasi pihak PT BA dan juga kades Lingga tak membuahkan hasil bahkan mendapat tantangan, membuat Budi memutuskan kasus ini dibawa ke jalur hukum.

"Sampai saat ini, kades tidak mengkonfirmasi lagi dan tidak ada penyelesaiannya. Jadi saya putuskan waktu itu untuk melapor ke Camat dan mengecek ke lokasi. Di lapangan Kades dan 18 warga ditanya pak camat mengenai lokasi tanah, tetapi warga mengungkapkan itu bukan tanah mereka. Saya berharap, kasus ini bisa tegak seadil-adilnya," ujar Peltu Budi.

Kepala SPKT Mapolda Sumsel AKBP Munaspin membenarkan telah menerima laporan dari pelapor dengan laporan nomor STTLP/775/X/2018/SPKT. Laporan yang diterima yakni laporan tindak pidana pasal 385 dan pasal 263 dan atau pasal 266 KUHP, tentang penyerobotan tanah dan membuat serta mempergunakan dokumen palsu.

Pihak pelapor sudah dimintai keterangan oleh petugas penyidik Ditreskrimum Polda Sumsel.(Welly Hadinata)

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved