Berita Palembang

Beberapa Guru Madrasah di Palembang Keluhkan Sistem Pemberkasan Sertifikasi

Beberapa guru madrasah di Palembang mengeluh dengan sistem pemberkasan sertifikasi bagi guru pendidikan Agama Islam (PAI).

Beberapa Guru Madrasah di Palembang Keluhkan Sistem Pemberkasan Sertifikasi
EDUNEWS.id
Ilustrasi Sertifikasi Guru. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Beberapa guru madrasah di Palembang mengeluh dengan sistem pemberkasan sertifikasi bagi guru pendidikan Agama Islam (PAI).

Salah satu guru yang tidak mau namanya disebutkan mengaku bingung dengan pengumpulan berkas untuk sertifikasi guru tersebut.

Menurutnya selama ini pengurusan dapat berlangsung cepat secara kolektif tanpa mengurus langsung ke kantor Kemenag.

Baca: Al Ghazali Pingsan Mendadak, Penyakit Ini Yang Dikhawatirkan Ahmad Dhani, Ini Penyebab dan Gejalanya

Baca: Setelah Sang Anak, Kini Denada Kembali Dapat Musibah dari Ibunya, Rumah Mewah Pun Terjual

Baca: Bayi Usia 10 Bulan di Palembang Kenakan Kacamata Plus 20 Akibat Penyakit Ini

"Biasa kami kumpulkan ke satu orang, terus diurus secara kolektif. Namun untuk yang sekarang harus melalui mekanisme yang panjang. Kami juga harus mengurusnya secara personal baik itu mengumpulkan berkas dan saat sertifikasi. Padahal kan, banyak teman-teman guru yang tidak banyak waktu. Mengajar sampai sore, terus harus mengurus anak," ujarnya kepada Sripoku.com, Kamis (20/9/2018).

Di mengharapkan ada penjelasan lebih lanjut terkait pelayanan satu.

Bahkan untuk pengurusan hari ini para guru harus menunggu hingga Senin mendatang.

Baca: Kebut Pengerjaan Pintu Keluar Tol KTM Rambutan, Tol Palindra Siap Uji Kelayakan Pada Desember 2018

Baca: Buat Makan Pun Sampai Ngutang, 6 Artis Ini Dulunya Sangat Miskin, Sekarang Rumahnya Dimana-Mana!

Baca: Ayu Ting Ting Tak Sendiri, Ini 8 Artis dengan Pernikahan Tersingkat, Ada yang Cuma 24 Jam!

"Katanya saat ini kepala kantor sedang di luar sehingga kami bisa mengurus kembali Senin mendatang. Jangan sampai kami nih mikir yang aneh bakal ditarik biaya lah. Untuk saat ini sih memang belum. Namun tidak tau ketika sertifikasi sudah selesai," katanya.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Palembang, Deni Priansyah membenarkan jika saat ini tengah berlangsung pemberkasan melalui mekanisme Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) bagi setiap tenaga pengajar yang ingin mengurus pemberkasan.

Menurutnya, PTSP justru memudahkan proses verifikasi berkas dari para pengajar sehingga mempersingkat waktu pengurusan.

"Sekarang kita gunakan PTSP dalam pengurusan pemberkasan untuk tunjangan para pengajar. Prosesnya juga lebih mudah bisa diurus sendiri ke kantor kemenag, dengan membawa syarat-syarat yang dibutuhkan," ujar Deni Priansyah saat dikonfirmasi Sripoku.com, Kamis (20/9/2018).

Baca: Mampukah Manusia Bertahan Lama Tanpa Tidur?

Baca: Mitos Atau Fakta?, Ganti Knalpot Racing Bikin Mobil Jadi Lebih Kencang

Dikatakan Deni Priansyah, syarat yang dibutuhkan tersebut yakni rekomendasi dari kepala sekolah, syarat 24 jam mata pelajaran dan lulus pendidikan pelatihan (Diklat).

"Tidak ada pemungutan uang, karena diurus sendiri oleh yang bersangkutan. Sehingga ketika berkas ada yang kurang langsung bisa diurus yang bersangkutan untuk memenuhi apa saja yang kurang. Kalau titip ke orang lain kan nantinya justru akan susah kalau berkas tadi tidak lengkap."

"Kalau semua berkas sudah selesai diurus tinggal tunggu SK dari Dirjen sehingga tunjangan dapat diambil," bebernya.

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved