Berita OKU Timur

Jumlah Lakalantas di OKUT Turun 30 Persen, Ini yang Dilakukan Polres OKU Timur

Angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Kabupaten OKU Timur pada tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 30 persen

Jumlah Lakalantas di OKUT Turun 30 Persen, Ini yang Dilakukan Polres OKU Timur
ISTIMEWA
Lakalantas 

Laporan wartawan Sripoku.com, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA -- Angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Kabupaten OKU Timur pada tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 30 persen dibanding tahun sebelumnya.

Hal itu diungkapkan Kapolres OKU Timur Erlin Tangjaya SH SIK melalui Kasat Lantas AKP Sukamto, Jumat (13/7).

Menurut Sukamto, Lakalantas merupakan pembunuh nomor satu di Jalan raya terutama terhadap pengendara yang tidak mengindahkan peraturan dan keselamatan dalam berlalu lintas.

Berdasarkan data pihak kepolisian, sedikitnya lima orang nyawa melayang sia-sia akibat lakalantas selama tahun 2017-2018 hingga periode Juli.

"Pada bulan Juli 2018 terjadi satu kejadian, sedangkan pada tahun 2017 terjadi empat kali kejadian. Dari data perbandingan laka tersebut menunjukkan penurunan persentase 30 persen.

Menurut Sukamto, kecelakaan lalu lintas terjadi akibat beberapa faktor.

Namun yang paling penting kata dia adalah bagaimana pengendara mengutamakan ketertiban, berkendara dengan beretika, tidak saling mendahului, serta saling menghargai antara sesama pengendara.

"Itu yang terpenting selain mematuhi rambu-rambu dan kelengkapan kendaraan," katanya.

Dikatakan Sukamto, penurunan lakalantas tahun 2018 bukan hanya terhadap jumlah korban meninggal dunia. Namun penurunan juga terjadi pada angka lakalantas.

"Kerugian material tahun 2017 lalu sebesar Rp. 108 juta, sedangkan pada tahun 2017 mengalami penurunan menjadi Rp. 1 Juta," katanya.

Adapun upaya yang dilakukan polisi untuk menurunkan angka lakalantas kata di, antara lain penyuluhan kepada pemudik, pemasangan spanduk peringatan.

Sedangkan untuk segi preventif melakukan patroli dan menghadirkan anggota polisi pada jam-jam tertentu dan melakukan operasi didaerah rawan laka.

"Dari segi represif melakukan penindakan yag sifatnya tilang maupun teguran. Kami pengemban institusi yang bertanggungjawab mengimbau komponen masyarakat untuk berpastipasi dalam bentuk apapun dalam menciptakan ketertiban dan kenyamanan," jelasnya.

Baca: Beragam Pilihan Makanan dengan Citarasa Pedas, di Sini Tempatnya

Baca: Ini Jawaban Presiden Klub Sriwijaya FC Terkait Evaluasi Tim

Baca: Kesaksian Saksi & Desy Berbeda Terkait Pemukulan Oleh AKBP Yusuf “Tokonya Sepi Tidak Banyak Orang”

Baca: Usai Shalat Jumat di Masjid Taqwa Palembang, Presiden RI Joko Widodo Curhat Tentang Ini

Baca: Usai Shalat Jumat di Masjid Taqwa Palembang, Presiden RI Joko Widodo Curhat Tentang Ini

Baca: Fakta Baru Video Penganiayaan di Minimarket, Lihat Cara Polisi Temukan Barang Curian di Tubuh Wanita

Baca: Nasib Bocah Terberat di Dunia, Mihir Jein Membuka Mata pun Saja tak Sanggup!

Baca: Berbekal Biji Kelor, Mahasiswa di Aceh Ciptakan Alat Penjernih Air Miliki Banyak Manfaat   

Baca: Demi Makan Bakso Maia Estianty Terbang ke Malang Naik Jet Pribadi, Sosok Pria Ini Curi Perhatian

Penulis: Evan Hendra
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved