Berita Pagaralam

Berani Akali Meteran Listrik? Ini Tindakan Tegas yang Bakal Dilakukan PLN Pagaralam 

Pihak PLN cabang Kota Pagaralam masih mendapati adanya pelanggan yang nakal dengan mengakali meteran listrik

Berani Akali Meteran Listrik? Ini Tindakan Tegas yang Bakal Dilakukan PLN Pagaralam 
Sripoku.com/Yandi Triansyah
Direktur Bisnis PT PLN (Persero) REGSUM Wiluyo Kusdwiharto. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Pihak PLN cabang Kota Pagaralam masih mendapati adanya pelanggan yang nakal dengan mengakali meteran listrik dengan menurunkan Kwh. Hal tersebut dilakukan agar pembayaran listrik menjadi lebih murah.

Tindakan tersebut langsung direspon PLN dengan menggelar pemutusan aliran listrik dirumah pelanggan yang nakal tersebut. Hal ini merupakan tindakam tegas yang dilakukan PLN agar pelanggan tidak bermain curang.

Manager PLN Rayon Pagaralam Michael S Siahaan mengatakan, dari temuan di lapangan, pihaknya masih mendapati adanya tindakan pelanggan yang menyalahi ketentuan.

Baca: Banyak APK Paslon di Pagaralam Bertumbangan, Warga Minta Jangan Pasang Didinding Rumah

"Kwh meternya dipasangi alat tertentu agar bayaran listrik lebih murah. Hal Ini sudah ilegal karena Kwh meter itu milik PLN," tegasnya, Minggu (27/5/2018).

Tindakan lain yang dilakukan pelanggan yaitu memasang MCB yang tidak sesuai dengan daya. Pelanggan memasang daya 900 voltampere dipasangi enam Kwh. Padahal seharusnya ujar dia, daya 900 VA, MCB berkekuatan empat kwh.

"Ini biasanya dilakukan oleh pelanggan yang sudah mengerti masalah listrik. Pasalnya untuk menganti MCB tersebut harus punya keahlian," katanya.

Baca: Panwaslu Pagaralam Butuhkan Tenaga Pengawas TPS, Segini Kuota dan Honor yang Disiapkan

Akibat tindakan pelanggan itu, PLN mengalami kerugian. Pasalnya dengan cara itu, pembayaran tagihan listrik pelanggan itu tidak sesuai dengan pemakaiannya.

Untuk itu PLN mengambil tindakan tegas dengan melakukan pemutusan listrik. 

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help